MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Karang Taruna Kecamatan Wajo bersama pengurus Karang Taruna kelurahan se-Kecamatan Wajo mulai menyiapkan sejumlah program setelah resmi dilantik pada Rabu, 9 September 2026.
Salah satu agenda yang akan digelar yakni sayembara pembuatan logo Kecamatan Wajo. Kegiatan tersebut dirancang sebagai wadah bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menuangkan kreativitas sekaligus memperkuat sinergi antara Karang Taruna dan Pemerintah Kecamatan Wajo.
Ketua Karang Taruna Kecamatan Wajo, Imam Sudirman, mengatakan sayembara logo menjadi salah satu program awal yang akan dijalankan bersama pihak Kecamatan Wajo.
“Alhamdulillah pada hari ini tanggal 9 September 2026, pengurus Karang Taruna Kecamatan Wajo dan pengurus kelurahan se-Kecamatan Wajo dilantik. Ada beberapa agenda yang mau kita buat bekerja sama dengan pihak Kecamatan Wajo, khususnya Bapak Camat. Salah satunya sayembara logo Kecamatan Wajo,” kata Imam.
Menurutnya, sayembara tersebut tidak hanya bertujuan mencari desain logo, tetapi juga menjadi ruang bagi talenta muda di Kecamatan Wajo untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitas mereka.
Ia menyebut peserta nantinya dapat berasal dari berbagai latar belakang, termasuk content creator, editor, desainer, serta pemuda yang memiliki keterampilan di bidang kreatif.
“Kita mau membuat semua talenta-talenta muda, anak muda yang ada di Kecamatan Wajo, content creator, editor dan sebagainya menjadi wadah untuk berinovasi dan berinisiasi. Skill masing-masing warga bisa kita tampung melalui sayembara logo Kecamatan Wajo,” ujarnya.
Imam menjelaskan, sayembara tersebut ditargetkan selesai dan pemenangnya diumumkan pada November 2026. Peserta yang terpilih akan mendapatkan apresiasi berupa penghargaan atau piagam.
Untuk memastikan proses sayembara berjalan objektif, Karang Taruna Kecamatan Wajo akan menyusun petunjuk teknis (juknis) yang mengatur mekanisme pendaftaran hingga penilaian.
Sejumlah aspek, termasuk unsur warna dan konsep desain, nantinya akan menjadi bagian dari kriteria penilaian yang ditetapkan dalam juknis.
“Untuk penilaian, nanti ada beberapa aspek, khususnya penilaian warna dan sebagainya. Juknisnya akan dibuat oleh pengurus Karang Taruna Kecamatan Wajo,” jelas Imam.

Ia mengatakan penyusunan juknis akan dilakukan dalam waktu dekat. Bahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Camat Wajo terkait rencana pelaksanaan sayembara tersebut.
“Alhamdulillah, saya sudah koordinasi dengan Bapak Camat di Kantor Camat tadi. Dalam satu sampai dua hari ini kita bikin juknisnya,” katanya.
Imam menargetkan juknis sayembara rampung paling lambat satu pekan setelah pelantikan. Setelah itu, informasi mengenai sayembara akan disebarluaskan melalui berbagai platform media sosial.
“Kurang lebih paling lama satu minggu dari hari pelantikan kita buat juknisnya, kemudian kita share di media sosial, di Instagram, Facebook dan lainnya bahwa Kecamatan Wajo mau mengganti logo. Kita bersinergi dengan pemuda-pemudi di Kecamatan Wajo,” tuturnya.
Ia menegaskan, sayembara logo tersebut terbuka untuk umum. Namun, Karang Taruna Kecamatan Wajo secara khusus mendorong keterlibatan pemuda dan pemudi yang berdomisili di wilayah Kecamatan Wajo.
Sementara itu, Camat Wajo Ivan Kala’lembang menyambut baik rencana tersebut. Menurutnya, pelibatan pemuda dalam proses kreatif dapat menjadi bagian dari upaya pemerintah kecamatan membangun ruang partisipasi masyarakat.
Ivan mengatakan Pemerintah Kecamatan Wajo siap bersinergi dengan Karang Taruna dalam pelaksanaan sayembara tersebut, termasuk dalam penyusunan mekanisme dan kriteria yang diperlukan.
“Ini merupakan langkah positif karena memberikan ruang kepada anak-anak muda untuk menunjukkan kreativitas dan kemampuan mereka. Pemerintah Kecamatan Wajo tentu mendukung dan siap bersinergi dengan Karang Taruna agar kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan logo yang merepresentasikan karakter Kecamatan Wajo,” kata Ivan.
Ia berharap sayembara tersebut dapat diikuti sebanyak mungkin talenta muda sehingga menghasilkan karya yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki makna dan mencerminkan identitas Kecamatan Wajo.
“Yang terpenting bagaimana kegiatan ini menjadi ruang partisipasi masyarakat, khususnya generasi muda. Kami berharap nantinya lahir karya terbaik yang bisa menjadi identitas dan kebanggaan bersama,” ujarnya.
Dengan rencana tersebut, Karang Taruna Kecamatan Wajo berharap keberadaan organisasi kepemudaan tidak hanya aktif dalam kegiatan sosial, tetapi juga mampu menjadi wadah kreativitas, inovasi, dan kolaborasi masyarakat bersama pemerintah. (*)



