MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — DPRD Kota Makassar mendorong Pemerintah Kota, mengatur waktu pengisian bahan bakar minyak (BBM) bagi kendaraan tertentu, khususnya truk, untuk mengurangi antrean kendaraan dan kemacetan di sekitar stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Anggota Komisi A DPRD Makassar, Rachmat Taqwa Quraisy, mengatakan pengaturan jadwal pengisian BBM dapat menjadi salah satu solusi untuk mencegah antrean kendaraan mengular hingga ke badan jalan.
Ia mengusulkan agar kendaraan truk diarahkan melakukan pengisian BBM pada malam hingga dini hari, yakni mulai pukul 22.00 hingga 05.00 WITA.
“Kami tentunya menyarankan Pemerintah Kota Makassar mengatur jadwal pengisian BBM. Bisa jadi truk-truk itu mengisi di atas jam 10 malam sampai jam 5 subuh,” ujar Rachmat Taqwa, Sabtu (12/9/2026).
Menurut Rachmat Taqwa, pembatasan waktu tersebut dapat mengurangi pertemuan antara kendaraan berat dengan kendaraan lain yang beraktivitas pada jam sibuk.
Selain pengaturan waktu, ia mengusulkan skema pengisian BBM berdasarkan nomor polisi kendaraan. Kendaraan dengan pelat nomor ganjil diarahkan mengisi BBM pada tanggal ganjil, sedangkan kendaraan dengan pelat nomor genap mengisi pada tanggal genap.
“Pelat yang ganjil diisi di tanggal ganjil, yang genap diisi di tanggal genap, supaya tidak ada penumpukan kendaraan di setiap SPBU,” katanya.
Ia menilai kendaraan, khususnya truk, tidak harus melakukan pengisian BBM setiap hari. Karena itu, pengaturan jadwal dinilai memungkinkan untuk diterapkan pada kendaraan yang berpotensi menimbulkan antrean panjang di SPBU.
Rachmat Taqwa juga meminta Pemkot Makassar tidak hanya memperhatikan aspek distribusi BBM, tetapi turut memikirkan dampak operasional kendaraan terhadap kelancaran arus lalu lintas.
“Kalau dirapikan, pemerintah jangan tinggal diam. Bukan hanya penyalurannya dan lain-lain, tapi bagaimana operasional kendaraan ini bisa berjalan dengan baik tanpa ada kemacetan,” ujarnya.
Ia menyebut Dinas Perhubungan menjadi salah satu instansi yang perlu dilibatkan dalam pengaturan lalu lintas di sekitar SPBU.
Menurutnya, antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU telah berdampak langsung terhadap kelancaran lalu lintas karena kendaraan harus menunggu dalam jumlah banyak.
“Macet di setiap SPBU karena banyak mobil terparkir. Kalau kita atur operasional pengisian itu kan bisa berkurang,” pungkasnya. (Adv)



