MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Program pengolahan limbah plastik menjadi produk furnitur yang digagas PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) di kawasan pesisir Kota Makassar meraih penghargaan Gold. Penghargaan tersebut diberikan dalam ajang Indonesian CSR Awards (ICA) dan Indonesian SDGs Awards (ISDA) 2026 di Jakarta Selatan.
Ajang yang diikuti oleh ratusan peserta ini mengapresiasi inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) korporasi yang berfokus pada pembangunan berkelanjutan. Melalui program bertajuk “RAPPO Living: From Plastic Waste to Circular Furniture”, inisiatif ini dinilai mampu menggabungkan aspek penanganan sampah dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.

Dalam pelaksanaannya di lapangan, program ini berpusat di kawasan pesisir Untia, Makassar. Berdasarkan data program yang disertakan, inisiatif ini mencatat pencatatan pengolahan sampah plastik sebanyak 10,2 ton dengan melibatkan lebih dari 200 warga dalam aktivitas pengumpulan bahan baku.

Pendekatan yang diterapkan berfokus pada konsep ekonomi sirkular. Sampah plastik jenis high-density polyethylene (HDPE) dan polypropylene (PP) dipilah dan diproses menjadi berbagai bentuk barang jadi seperti furnitur serta aksesori rumah tangga.

General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, menyatakan bahwa pencapaian tersebut merefleksikan upaya korporasi dalam mengintegrasikan perlindungan lingkungan dengan kemandirian finansial warga pesisir. Keterangan tertulis itu menyebutkan bahwa dukungan yang diberikan mencakup penyediaan sarana produksi, pelatihan teknis, hingga pendampingan berkelanjutan.
“Melalui RAPPO Living, PLN mendukung masyarakat untuk mengolah sampah plastik menjadi produk bernilai ekonomi,” ujar Edyansyah melalui keterangan tertulis yang dirilis pada Selasa (29/9).
Ia menambahkan, keterlibatan warga diharapkan mampu membuka peluang penghasilan tambahan sekaligus memperkuat kemandirian masyarakat pesisir. Aspek keberlanjutan program ini juga ditopang oleh kerja sama lintas sektor, termasuk pelibatan bank sampah, pengepul lokal, komunitas pemerhati lingkungan, serta mitra strategis lainnya untuk memperluas rantai pasok dan pemasaran produk daur ulang tersebut. (*)



