MENITNEWS.CO.ID, TAKALAR — Pemerintah Kabupaten Takalar mendorong percepatan aktivasi dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Kepulauan Tanakeke.
Dua dapur tersebut diusulkan masing-masing berlokasi di Desa Maccini Baji dan Desa Mattiro Baji. Kehadiran SPPG ini diharapkan dapat memperluas jangkauan distribusi program MBG hingga ke masyarakat di wilayah kepulauan.
Usulan tersebut secara resmi disampaikan Pemkab Takalar melalui surat Nomor 400.7.13/2409/SETDA tertanggal 30 Oktober 2026, tentang Usulan Wilayah Terpencil untuk Pendistribusian Program MBG.
Surat itu telah disampaikan kepada Koordinator Satgas MBG Provinsi Sulawesi Selatan sebagai bagian dari upaya mempercepat pelayanan program di wilayah yang memiliki tantangan geografis dan akses distribusi cukup tinggi.
Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye meminta Badan Gizi Nasional (BGN) segera memproses aktivasi kedua dapur MBG tersebut.
Menurut Daeng Manye, berbagai persiapan di tingkat daerah telah dilakukan sehingga SPPG di Kepulauan Tanakeke diharapkan dapat segera beroperasi.
“Seluruh persiapan di tingkat lokal telah kami dorong agar dapur MBG ini bisa segera aktif dan memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya anak-anak di wilayah kepulauan,” kata Daeng Manye, Sabtu (3/10/2026).
Ia menilai keberadaan dapur MBG di Tanakeke menjadi penting karena karakter geografis wilayah tersebut membutuhkan pola distribusi yang lebih efektif.
Kepulauan Tanakeke merupakan wilayah dengan tantangan akses yang berbeda dibandingkan kawasan daratan. Karena itu, keberadaan SPPG di lokasi penerima manfaat dinilai dapat memangkas jarak distribusi sekaligus menjaga keberlanjutan penyaluran makanan bergizi.
“Jangan sampai faktor jarak dan kondisi geografis membuat anak-anak di wilayah kepulauan tertinggal dalam mendapatkan manfaat program MBG,” ujarnya.
Dorongan percepatan aktivasi tersebut juga mendapat momentum setelah Kepala BGN Dr. Sudaryono meresmikan dapur SPPG untuk wilayah 3T di Desa Timbuseng, Kecamatan Polongbangkeng Timur, Takalar, Jumat (2/10/2026).
Daeng Manye berharap keberadaan SPPG 3T di wilayah daratan tersebut dapat menjadi referensi sekaligus memperkuat koordinasi untuk mempercepat operasional dapur MBG di Kepulauan Tanakeke.
Dalam pengusulan wilayah terpencil, Pemkab Takalar juga mempertimbangkan sejumlah kriteria teknokratis untuk memastikan distribusi MBG berjalan efektif. Di antaranya jumlah penerima manfaat tidak lebih dari 1.000 orang dan waktu tempuh distribusi maksimal 30 menit.
Pemetaan tersebut dilakukan dengan menyesuaikan kondisi riil di lapangan, terutama karakter geografis dan kebutuhan masyarakat di wilayah kepulauan.
Pemkab Takalar berharap sinergi dengan pemerintah pusat melalui BGN dapat mempercepat realisasi dua SPPG di Tanakeke. Dengan demikian, manfaat program MBG dapat menjangkau masyarakat secara lebih merata, termasuk anak-anak yang berada di wilayah dengan akses geografis yang terbatas.
Selain mendukung pemenuhan kebutuhan gizi anak, Pemkab Takalar menilai keberadaan dapur MBG di wilayah kepulauan juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendukung pencegahan stunting.
Pemkab Takalar menegaskan akan terus memberikan dukungan terhadap kesiapan operasional SPPG serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat agar pelayanan MBG dapat berjalan optimal di seluruh wilayah Kabupaten Takalar. (Adv)



