MENITNEWS.CO.ID, JAKARTA — Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, menorehkan tinta emas dalam sejarah keikutsertaan Honda Team Asia di ajang Kejuaraan Dunia Moto3. Kepastian tersebut didapat setelah Veda mengamankan tambahan 10 poin usai finis di posisi keenam pada balapan Moto3 Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.
Berlaga di Sirkuit Mandalika, Lombok, pembalap yang memulai lomba dari grid ketujuh ini tampil stabil sepanjang balapan. Tambahan angka tersebut mendongkrak total perolehan poinnya musim ini menjadi 115 angka dari 17 seri yang telah dilalui.
Pencapaian ini membawa Veda bertengger di peringkat ketujuh klasemen sementara pembalap Moto3 2026. Angka 115 poin sekaligus mencatatkan rekor baru sebagai pengumpul poin terbanyak dalam satu musim bagi seorang pembalap debutan (rookie) di Honda Team Asia.
Veda sukses melewati rekor historis yang sebelumnya dipegang oleh pembalap asal Jepang, Ai Ogura. Pada musim debut penuhnya di tahun 2019 bersama tim yang sama, Ogura mengumpulkan total 109 poin.
Konsistensi Musim Debut
Perjalanan Veda sepanjang kalender balap 2026 diwarnai oleh penampilan yang kompetitif. Hingga seri Mandalika, ia tercatat sudah dua kali naik podium dengan finis di peringkat ketiga, masing-masing pada GP Prancis dan GP Brasil.
Selain podium, ketajaman Veda juga terlihat dari tiga kali finis di jajaran lima besar. Posisi prestisius tersebut diraihnya pada seri GP Thailand, GP Spanyol, dan GP Ceko.
Konsistensi di zona poin menjadikan namanya sebagai salah satu pendatang baru yang paling diperhitungkan di kelas ringan Grand Prix. Tim dan pengamat motorsport memandang adaptasi cepat Veda sebagai aset penting bagi masa depan balap motor nasional di kancah internasional.
Tantangan Lima Seri Terakhir
Kompetisi Moto3 musim 2026 belum usai dan masih menyisakan lima seri penutup. Rangkaian balapan krusial tersebut akan dihelat di Australia, Malaysia, Qatar, Portugal, dan Valencia.
Sisa seri ini membuka lebar peluang bagi Veda untuk memperkokoh posisinya di papan atas klasemen akhir musim. Publik Indonesia tentu menantikan penutup musim yang manis dari sang pemuda asal tanah air. (*)



