Gencatan Senjata Kandas, Bandara Riyadh Sasaran Serangan Houthi Beruntun dalam Tiga Hari

Rekaman CCTV memperlihatkan kepulan asap dan api saat terjadinya serangan di Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, 10 Oktober 2026. Gambar ini diambil dari sebuah video yang dirilis untuk publik. (Sumber: Detikcom/Dok: via REUTERS/Saudi Ministry of Media)

MENITNEWS.CO.ID, JAKARTA — Suara ledakan keras mengguncang kawasan Bandara Internasional Riyadh, Arab Saudi, memicu kepanikan massal di kalangan penumpang yang tengah memadati area terminal. Insiden mematikan ini merupakan serangan kedua dalam kurun waktu tiga hari terakhir, menyusul serangkaian serangan udara yang menyasar infrastruktur vital di wilayah kerajaan.

Berdasarkan laporan yang dihimpun kantor berita AFP, Senin (12/10/2026), guncangan hebat tersebut dirasakan langsung oleh warga setempat saat sirene peringatan bandara berbunyi. Para penumpang di Terminal 3 berlari menyelamatkan diri di tengah situasi kacau balau dengan korban luka berlumuran darah.

“Orang-orang yang berada di terminal 3 mulai berlari ke arah kami. Wajah sebagian dari mereka berlumuran darah,” ujar seorang warga Riyadh berusia 32 tahun yang berbicara kepada AFP dengan syarat anonimitas.

Petugas keamanan kemudian mengawal para penumpang ke lantai bawah sebelum diizinkan meninggalkan lokasi setelah tertahan selama satu jam. Pihak militer Arab Saudi secara tegas mengategorikan rentetan serangan tersebut sebagai kejahatan perang.

Protokol Darurat Kesehatan dan Korban Luka

Menghadapi lonjakan korban, Kementerian Kesehatan Arab Saudi langsung mengaktifkan protokol darurat di sejumlah rumah sakit di Riyadh. Seluruh tenaga medis dan dokter diperintahkan untuk segera melapor ke fasilitas kesehatan terdekat guna menangani pasien darurat.

Seorang dokter di Riyadh mengungkapkan kepada AFP bahwa jumlah korban yang datang kali ini jauh melampaui insiden-insiden sebelumnya. Sebagian korban di antaranya merupakan jemaah yang hendak menuju Mekkah dengan pakaian ihram putih yang telah ternoda darah akibat hantaman serpihan material.

Para korban umumnya mengalami cedera parah pada anggota tubuh, luka akibat pecahan kaca yang tertanam di wajah dan mata, serta beberapa di antaranya mengalami gangguan saraf berat akibat trauma ledakan.

Dampak terhadap Penerbangan Internasional dan Protes Warga

Serangan beruntun ini tidak hanya berdampak di dalam area bandara, tetapi juga melumpuhkan rute penerbangan internasional. Sejumlah pesawat yang hendak mendarat di Riyadh terpaksa dialihkan ke bandara lain, seperti Dammam dan Jeddah.

Seorang warga negara India bersama keluarganya terpaksa tidur di lantai dan kursi Terminal Dammam setelah penerbangan transit mereka dialihkan tanpa informasi memadai dari pihak maskapai. Situasi serupa dialami oleh para pelancong lain yang kendaraannya dipaksa berbalik arah demi alasan keamanan.

Di sisi lain, kebijakan otoritas Saudi yang sebagian besar memilih bungkam mengenai skala dan cakupan serangan selama tiga bulan terakhir memicu kritik dari warga sipil. Pesan teks peringatan dini yang sebelumnya rutin diterima warga kini tidak lagi muncul, meninggalkan kecemasan mendalam di tengah masyarakat.

“Saya mengerti mereka tidak ingin menimbulkan kepanikan, tetapi bicaralah kepada kami,” ujar seorang warga Riyadh yang merasa frustrasi atas minimnya saluran komunikasi resmi. (*)

Saluran Whatsapp Kami

Iklan