MENITNEWS.CO.ID, RIYADH — Sebuah perjalanan ibadah umrah yang semestinya diliputi khusyuk berubah menjadi tragedi kemanusiaan di kawasan Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi.
Berdasarkan laporan Gulf News yang dikutip dari CNBC Indonesia pada Selasa (12/10/2026), insiden tersebut merenggut nyawa seorang kepala keluarga asal India dan melukai dua anak laki-lakinya secara serius.
Korban meninggal dunia diidentifikasi bernama Mohammed Yousuf Ali (46), seorang insinyur teknologi informasi asal Hyderabad, India, yang telah menetap di Riyadh selama satu dasawarsa terakhir.
Peristiwa nahas itu terjadi ketika Ali bersama istri dan ketiga anaknya tengah berada di ruang tunggu bandara untuk melanjutkan perjalanan penerbangan menuju Kota Madinah.
Menurut keterangan kerabat korban di Hyderabad, serpihan rudal yang diduga dilepaskan oleh kelompok Houthi dari Yaman jatuh di area bandara dan menghantam rombongan keluarga tersebut serta sejumlah jemaah lain.
Akibat hantaman serpihan tersebut, Mohammed Yousuf Ali menderita luka kritis dan sempat mendapatkan penanganan darurat di rumah sakit setempat sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Dampak fisik terparah turut dialami oleh kedua putra Ali yang ikut dalam rombongan perjalanan suci ini.
Putra sulung korban, Aman Ali (18), harus menjalani prosedur operasi lutut akibat cedera berat yang dideritanya di lokasi kejadian.
Sementara itu, putra kedua korban, Wasi Ali (16), mengalami cacat permanen berupa kehilangan tiga jari kaki akibat ledakan serpihan rudal tersebut. Kedua kakak beradik ini diketahui masih berstatus sebagai pelajar di Hyderabad.
Di sisi lain, istri korban yang bernama Sameera bersama putri bungsu mereka, Maryam (11), dilaporkan selamat dari insiden maut itu dengan menderita luka ringan.
Kabar duka ini dengan cepat menyebar ke kampung halaman keluarga di kawasan Mehdipatnam, Hyderabad, dan mengundang gelombang belasungkawa dari para kerabat serta tetangga.
Salah seorang kerabat keluarga menyampaikan bahwa proses pemakaman almarhum Mohammed Yousuf Ali direncanakan akan dilangsungkan langsung di Riyadh, Arab Saudi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi lebih lanjut dari otoritas medis maupun pihak berwenang mengenai perkembangan kondisi kesehatan anggota keluarga korban yang masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Tragedi ini kembali menyoroti risiko keselamatan penerbangan sipil dan jemaah di tengah eskalasi konflik keamanan kawasan regional Timur Tengah. (*)



