MENITNEWS.CO.ID, RIYADH — Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah koalisi pimpinan Arab Saudi mengumumkan keberhasilan pasukannya mencegat dan menghancurkan tiga rudal balistik.
Serangan tersebut diluncurkan oleh kelompok Houthi yang bermarkas di Yaman pada Senin (12/10) waktu setempat.
Rudal-rudal balistik itu dilaporkan melesat menargetkan wilayah vital, yakni ibu kota Riyadh serta Khamis Mushait yang menjadi lokasi pangkalan militer penting Saudi.
Rentetan ancaman udara ini memicu otoritas keamanan setempat untuk segera merilis peringatan darurat melalui Platform Peringatan Dini Nasional bagi warga di kedua kota tersebut.
Juru bicara koalisi pimpinan Saudi, Mayor Jenderal Turki al-Maliki, menyatakan bahwa sistem pertahanan udara mereka siaga penuh menghadapi eskalasi ini.
“Pencegatan dan penghancuran rudal balistik yang diluncurkan oleh milisi teroris Houthi ke arah Riyadh,” ujar Al-Maliki, dilansir dari Al Arabiya dan AFP.
Pencabutan Peringatan Darurat
Menyusul keberhasilan sistem pertahanan udara dalam melumpuhkan ancaman, badan pertahanan sipil Saudi mengeluarkan instruksi lanjutan.
Peringatan keamanan yang sempat membuat warga siaga akhirnya dicabut setelah situasi dinyatakan terkendali.
“Bahaya telah berlalu di kota Riyadh,” tulis pernyataan resmi badan pertahanan sipil Saudi.
Warga diimbau untuk tetap mematuhi instruksi keselamatan, menghindari kerumunan, serta tidak merekam insiden yang terjadi di lapangan.
Selain di ibu kota, dua rudal balistik lainnya turut dicegat di wilayah Khamis Mushait di bagian barat daya kerajaan.
Peringatan darurat sempat diberlakukan di area tersebut sebelum akhirnya dicabut menyusul lumpuhnya ancaman rudal oleh pasukan koalisi.
Latar Belakang Eskalasi Konflik
Rangkaian pencegatan rudal ini terjadi di tengah meluasnya cakupan konflik bersenjata di Yaman.
Kelompok Houthi belakangan kerap meluncurkan serangan balasan ke wilayah sipil dan infrastruktur strategis di Arab Saudi.
Sebelumnya, serangan rudal Houthi dilaporkan menghantam Bandara Internasional King Khalid di Riyadh selama dua hari berturut-turut pada akhir pekan lalu.
Insiden tersebut menyebabkan korban jiwa dan luka-luka, sementara serangan terpisah juga menyasar Bandara Internasional King Fahd di Dammam meski tidak menimbulkan korban jiwa.
Serangan-serangan ini merupakan respons atas operasi militer gabungan yang dilancarkan pemerintah resmi Yaman yang didukung internasional untuk merebut kembali wilayah kekuasaan Houthi.
Saudi sendiri memberikan dukungan penuh terhadap operasi tersebut melalui operasi udara menargetkan basis kelompok Houthi.
Klaim Pihak Houthi
Dari pihak berseberangan, juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengonfirmasi peluncuran serangan tersebut.
Ia mengklaim pasukannya menyasar infrastruktur strategis di Arab Saudi menggunakan kombinasi rudal balistik dan pesawat nirawak (drone).
“Pasukan bersenjata kami berhasil menargetkan Bandara Internasional (King) Khalid di Riyadh, ibu kota musuh Saudi, pada malam ini dengan rudal balistik, dan serangan itu mengenai sasaran secara tepat,” klaim Saree dalam pernyataan resminya. (*)



