MENITNEWS.CO.ID, LUWU TIMUR — Kementerian Koperasi membidik Sulawesi Selatan sebagai daerah percontohan pengembangan gerakan koperasi nasional. Pendekatan ini difokuskan melalui penerapan skema offtaker guna memperkuat rantai pasok produk lokal dari sektor pertanian hingga UMKM.
Dorongan tersebut disampaikan Menteri Koperasi Ferry Juliantono dalam rangkaian puncak peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di Sorowako, Kabupaten Luwu Timur. Menurutnya, sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota menjadi modal penting untuk merealisasikan hal tersebut.
Dalam kunjungan kerjanya, Menteri Koperasi didampingi Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulajaran dan Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi meninjau langsung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Sorowako. Fasilitas gerai tersebut menyediakan berbagai kebutuhan pokok serta menampung barang-barang hasil produksi masyarakat setempat.
Gubernur Andi Sudirman mengungkapkan bahwa sekitar 70 persen barang yang dipasarkan di KDKMP Sorowako berasal dari pelaku usaha lokal. Kehadiran gerai ini dinilai memberikan kepastian ruang distribusi bagi produk daerah agar lebih mudah diakses masyarakat luas.
Pemerintah pusat turut menjanjikan dukungan berupa penyediaan alat dan mesin pascapanen. Bantuan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas koperasi agar tidak hanya berfungsi sebagai wadah pemasaran, tetapi juga mampu mengolah dan menyerap hasil produksi dari sektor perkebunan, perikanan, peternakan, hingga kerajinan rakyat.
Penguatan UMKM dan Perluasan Pasar

Selain peninjauan gerai koperasi, rangkaian acara Harkopnas ke-79 juga diisi dengan pameran produk dari 23 stan UMKM di Lapangan Iniaku. Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi turut memantau langsung berjalannya pameran yang menampilkan berbagai komoditas khas daerah, termasuk Kain Taipa dari Luwu Timur.
Kehadiran perwakilan gerakan koperasi dan pelaku UMKM dari 24 kabupaten/kota di Sulsel dalam expo tersebut dimanfaatkan sebagai ajang memperluas jejaring bisnis antarwilayah. Pemerintah daerah menilai pameran fisik seperti ini efektif mendongkrak visibilitas produk unggulan lokal di tingkat regional.
Rangkaian peringatan tingkat provinsi ini ditutup dengan kegiatan olahraga bersama di Lapangan Golf Sorowako hingga kawasan Danau Matano. Agenda tersebut turut dihadiri unsur pimpinan daerah, manajemen PT Vale Indonesia Tbk, serta ribuan warga setempat.
Meski demikian, efektivitas jangka panjang dari penerapan skema offtaker dan operasional KDKMP masih memerlukan pengawasan berkala. (Adv)



