Demi Piala Dunia 2030, Malaysia Rela Depak Tan Cheng Hoe demi John Herdman

Masa depan pelatih interim Timnas Malaysia Tan Cheng Hoe masih tak jelas, FAM buru pelatih asing usai kepincut John Herdman. (Dok: FACEBOOK.COM/MALAYSIANT)

MENITNEWS.CO.ID, MALAYSIA — Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) tengah memetakan ulang komposisi kepelatihan Timnas Malaysia demi ambisi besar menembus putaran final Piala Dunia 2030.

Presiden FAM, Datuk Abd Ghani Hassan, mengindikasikan kecenderungan federasi untuk menggunakan jasa pelatih asing ketimbang mempertahankan pelatih lokal Tan Cheng Hoe secara permanen.

Langkah ini mencuat menyusul performa skuad Harimau Malaya di ajang FIFA ASEAN Cup 2026. Meski mencatatkan tren tak terkalahkan, Malaysia gagal mengamankan gelar juara dan harus puas menduduki peringkat ketiga turnamen tersebut.

Kondisi itu membuat federasi bersikap hati-hati sebelum menetapkan status permanen bagi Cheng Hoe.

Abd Ghani menilai kehadiran juru taktik asing tidak hanya bertujuan mendongkrak prestasi instan, melainkan juga bagian dari proses transfer ilmu pengetahuan dan pengalaman bagi ekosistem sepak bola domestik.

“Kita harus mengakui bahwa pelatih asing ini seperti mentransfer teknologi,” ujar Datuk Abd Ghani Hassan, seperti dikutip dari Stadium Astro via SuperBall.ID.

Ia menambahkan, keahlian yang dibawa para pelatih luar diharapkan mampu menularkan wawasan taktik kepada para pelatih lokal di Malaysia. Keputusan krusial ini juga harus diselaraskan dengan agenda terdekat menghadapi kualifikasi Piala Dunia dan Piala Asia.

Kendati demikian, peluang bagi juru taktik lokal belum sepenuhnya tertutup. Abd Ghani menegaskan segala keputusan akhir tetap berada di tangan Komite Eksekutif (Exco) FAM.

“Kami membutuhkan keputusan yang tepat. Dengan pelatih lokal, jika kami bisa melakukannya, kami akan melanjutkan,” kata Ghani Hassan.

Ia memastikan bahwa hingga kini belum ada figur spesifik yang dikantongi federasi. Jajaran pengurus masih melakukan pengamatan dan kajian mendalam sebelum membawa nama kandidat ke Rapat Exco.

Suara Berbeda dari Pengamat Lokal

Di sisi lain, rencana perombakan kursi kepelatihan ini mendapat tanggapan berbeda dari pengamat sepak bola setempat, Jamal Nasir. Ia berpandangan bahwa Tan Cheng Hoe layak mendapatkan kepercayaan serta kontrak berdurasi dua hingga tiga tahun menyusul hasil kompetitif di FIFA ASEAN Cup 2026.

Menurut Jamal, membangun fondasi tim nasional membutuhkan kesinambungan jangka panjang alih-alih perubahan drastis dalam waktu singkat.

“Berikan ruang dan kesempatan kepada pelatih lokal karena mereka juga memiliki kualifikasi dan lisensi profesional,” tutur Jamal Nasir.

Ia mengingatkan bahwa proses pembentukan tim yang kompetitif tidak dapat diukur hanya dari beberapa laga perdana. Evaluasi berkala melalui indikator kinerja utama (KPI) dinilai lebih efektif diterapkan pada tahun kedua dan ketiga kepemimpinan pelatih.

Hingga berita ini diturunkan, FAM belum mengumumkan jadwal resmi pelaksanaan Rapat Exco guna menentukan arah masa depan juru taktik Harimau Malaya. (*)

Saluran Whatsapp Kami

Iklan