Pemberdayaan Kader PKK Makassar Lewat Pelatihan Pengurusan Jenazah

Atasi Kekurangan Tenaga, Kader PKK Makassar Dilatih Merawat Jenazah Sesuai Syariat (Foto: Istimewa)

MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Makassar menggelar Bimbingan Teknis tata cara perawatan dan pemandikan jenazah.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Kelompok Kerja (Pokja) I ini berlangsung selama dua hari di Masjid Agung Bosowa, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar.

Pelatihan tersebut dirancang untuk mengatasi minimnya pemahaman serta rasa takut sebagian masyarakat terhadap proses penyelenggaraan jenazah.

Ketua panitia kegiatan, Nurhaenah, menjelaskan bahwa perawatan jenazah merupakan kewajiban fardhu kifayah yang melekat pada umat Islam.

“Artinya, harus ada orang yang memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk melaksanakannya di lingkungan masyarakat,” ujar Nurhaenah melalui keterangan tertulisnya.

Melalui program ini, TP PKK Kota Makassar menargetkan lahirnya kader-kader mandiri di tingkat kelurahan dan kecamatan.

Para peserta dibekali materi lengkap, mulai dari tahap memandikan, mengkafani, menyalatkan, hingga proses akhir pemakaman.

Peran Strategis Kader di Tengah Warga

Pentingnya Edukasi Pemulasara Jenazah untuk Tekan Rasa Takut di Masyarakat (Foto: Istimewa)

Mewakili Ketua TP PKK Kota Makassar Melinda Aksa, Vivi Andriani menekankan pentingnya penguasaan ilmu ini bagi para kader perempuan.

Menurutnya, pelaksanaan fardhu kifayah memerlukan partisipasi aktif warga agar kewajiban kolektif tersebut tidak terbengkalai di suatu wilayah.

“Diharapkan setelah mengikuti kegiatan ini, ibu-ibu dapat menyosialisasikan pengetahuan yang diperoleh sekaligus mengajak masyarakat lainnya untuk belajar,” tutur Vivi.

Ia berharap para peserta mampu menjadi motor penggerak di kelurahan masing-masing ketika ada warga yang membutuhkan bantuan darurat pemulasaraan jenazah.

Menghilangkan Stigma dan Ketakutan

Dalam sesi materi, praktisi penyelenggaraan jenazah Tri Eka Husaini Putri, S.E., menyoroti pentingnya edukasi berkelanjutan mengenai kematian.

Ia mengingatkan bahwa pengurusan jenazah adalah bentuk penghormatan terakhir bagi sesama manusia.

“Ilmu tentang pengurusan jenazah perlu terus diulang agar tata cara yang dipelajari dapat dipahami dan dilaksanakan dengan benar ketika dibutuhkan,” ungkap Tri Eka.

Pelatihan ini tidak hanya menitikberatkan pada aspek teknis keagamaan semata, tetapi juga membangun kesadaran moral dan sosial di tingkat keluarga.

Dengan bekal keterampilan yang memadai, TP PKK Makassar optimistis stigma takut mengurus jenazah di masyarakat dapat berangsur hilang. (*)

Saluran Whatsapp Kami

Iklan