Gowa Alami Pergantian Pimpinan: Darmawangsa Muin Ditunjuk Jadi Plt Bupati, Burhan Jabat Kajari Baru

Surat penunjukan pelaksana tugas nomor: 100.2.1.3-3256 Tahun 2026, Tanggal 14 Oktober 2026. Menunjuk Darmawangsa Muin selaku pelaksana tugas Bupati Gowa. (Foto: Istimewa)

MENITNEWS.CO.ID, GOWA — Pemerintah Kabupaten Gowa memasuki babak kepemimpinan baru menyusul keputusan Kementerian Dalam Negeri menunjuk Darmawangsa Muin sebagai pelaksana tugas (Plt) bupati. Penunjukan ini sekaligus menandai berakhirnya masa kepemimpinan Sitti Husniah Talenrang sebagai Bupati Gowa periode 2024–2026.

Keputusan resmi tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Mendagri Nomor 100.2.1.3-3256 Tahun 2026 yang diterbitkan pada 14 Oktober 2026. Perubahan tampuk kepemimpinan tingkat daerah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas birokrasi serta kelanjutan pelayanan publik di wilayah Gowa.

Rotasi Kepemimpinan di Korps Adhyaksa

Transisi kepemimpinan eksekutif di Gowa berjalan bersamaan dengan perombakan struktural di lembaga penegak hukum setempat. Kejaksaan Agung secara resmi mengganti posisi Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gowa.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Selatan, Muhammad Syarifuddin, memimpin langsung prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Burhan sebagai Kajari Gowa yang baru. Acara serah terima jabatan tersebut dilangsungkan secara khidmat di Baruga Adhyaksa Kejati Sulsel pada Kamis, 15 Oktober 2026.

Prosesi pelantikan turut dihadiri oleh Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Sulsel Prihatin, jajaran Asisten Kejati Sulsel, para kepala kejaksaan negeri dari berbagai daerah, serta pejabat struktural di lingkungan Kejari Gowa. Kehadiran para pejabat tinggi kejaksaan ini menunjukkan pentingnya penguatan penegakan hukum di wilayah penyangga Kota Makassar tersebut.

Penyegaran Institusi Penegak Hukum

Dalam arahannya usai pelantikan, Kajati Sulsel Muhammad Syarifuddin menegaskan bahwa rotasi jabatan di lingkungan kejaksaan merupakan agenda rutin organisasi. Langkah ini dirancang bukan sekadar acara seremonial semata.

Syarifuddin menyatakan bahwa pergantian pejabat adalah bagian penting dari dinamika dan penyegaran institusi. Ia mengingatkan bahwa jabatan baru merupakan bentuk kepercayaan pimpinan yang harus dibayar lunas melalui peningkatan kinerja, integritas moral, serta tanggung jawab profesional.

“Pelantikan hari ini merupakan upaya penyegaran institusi, serta bentuk kepercayaan dan amanah pimpinan yang harus dijawab dengan kinerja, integritas, dan tanggung jawab,” ujar Muhammad Syarifuddin dalam sambutannya.

Dampak dan Tantangan Transisi

Bagi masyarakat Gowa, pergantian pimpinan eksekutif dan yudikatif secara bersamaan menghadirkan harapan baru terhadap perbaikan tata kelola pemerintahan dan penegakan hukum yang transparan. Koordinasi yang solid antara pemerintah daerah dan aparat penegak hukum menjadi kunci utama dalam mengawal berbagai program pembangunan daerah ke depan. (*)

Saluran Whatsapp Kami

Iklan