MENITNEWS.CO.ID, MILAN — Tekanan berat tengah memayungi langkah pelatih AC Milan, Ruben Amorim, jelang lawatan krusial pada lanjutan fase liga Liga Eropa 2026/2027. Juru taktik asal Portugal tersebut memastikan bakal melakukan rotasi besar-besaran saat menghadapi wakil Austria, RB Salzburg.
Laga yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis (15/10/2026) pukul 23.45 WIB ini menjadi momen pertaruhan bagi Rossoneri. Milan wajib bangkit setelah menelan kekalahan pahit 0-2 dari Benfica pada pertandingan pembuka fase liga.
Sorotan publik dan media semakin tajam menyusul hasil imbang 1-1 kontra Sassuolo di kompetisi domestik akhir pekan lalu. Kendati baru memimpin klub dalam tujuh pertandingan resmi dengan catatan minor sekali kalah, posisi Amorim mulai menuai tanda tanya.
Menghadapi situasi tersebut, pelatih berusia 41 tahun itu dengan tegas menyatakan siap memikul seluruh tanggung jawab atas keputusan taktis yang diambilnya. Ia menilai perombakan susunan pemain sangat krusial demi menjaga kebugaran skuad sekaligus memberi kesempatan kepada pilar cadangan.
“Kita perlu melakukan sedikit rotasi, dan kita akan melakukan beberapa rotasi,” ujar Amorim dalam konferensi pers yang dilansir dari MilanNews, sebagaimana dikutip dari laporan Tribunnews.com.
Beri Ruang Pemain Muda
Kebijakan rotasi yang diusung Amorim turut membuka peluang emas bagi para talenta muda akademi klub. Nama penyerang belia Francesco Camarda disebut-sebut berpeluang besar mendapatkan menit bermain di level Eropa.
Menurut sang pelatih, Camarda telah menunjukkan etos kerja yang impresif sepanjang sesi latihan pramusim hingga membuktikan kelayakannya mengenakan seragam utama. Selain Camarda, Amorim juga menyoroti potensi perkembangan dua pemain muda lainnya, Cisse dan Comotto.
“Tidak ada yang tahu kemampuan seorang pemain kecuali mereka bermain. Itulah masalah utamanya,” ucap Amorim. “Camarda bermain bagus. Dia mendapatkan tempatnya selama latihan musim panas dan telah menjalankan tugasnya. Dia akan mendapatkan kesempatannya.”
Evaluasi Kinerja Tim
Di tengah kritik yang mendera ihwal kestabilan performa tim, Amorim melihat adanya progress positif dari cara bermain anak asuhnya. Ia menyoroti peningkatan dalam aspek penguasaan bola, efektivitas pressing, serta konsistensi menciptakan peluang mencetak gol.
Bagi sang pelatih, kritik dari media maupun pendukung merupakan konsekuensi logis bagi klub besar ketika gagal mendulang kemenangan. Ia memilih mengalihkan fokus sepenuhnya untuk mematangkan rencana pengembangan permainan tim jangka panjang.
Amorim turut menekankan pentingnya sinergi antara kualitas individu dan pemahaman taktik kolektif. Ia menginginkan skuad yang memiliki keberanian menguasai bola serta ketangguhan dalam duel satu lawan satu demi kepentingan bersama.
“Di klub papan atas, jika Anda tidak menang, hal seperti itu normal,” kata Amorim. “Risikonya sepenuhnya menjadi tanggung jawab saya. Para pemain harus tetap tenang dan menjaga ritme permainan. Mereka harus memberikan segalanya di lapangan, sisanya adalah tanggung jawab saya.” (*)



