Balita Tewas Jatuh dari Lantai 5 Hotel di Samarinda, Polisi Selidiki Unsur Kelalaian

Kronologi Balita Tewas dari Lantai 5 Hotel Samarinda, Berawal dari Ditinggal Orang Tua Pergi Sarapan (Foto: Grid)

MENITNEWS.CO.ID, SAMARINDA — Sebuah peristiwa tragis merenggut nyawa seorang balita perempuan berusia tiga tahun di Hotel Mesra, Jalan Pahlawan, Samarinda Ulu, Provinsi Kalimantan Timur, Rabu (14/10/2026) pagi. Korban dilaporkan meninggal dunia di tempat setelah terjatuh dari lantai lima bangunan hotel berbintang lima tersebut.

Kepolisian Sektor (Polsek) Samarinda Ulu langsung bergerak cepat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan saksi-saksi. Berdasarkan keterangan resmi yang dihimpun dari pihak kepolisian, insiden nahas ini terjadi sekitar pukul 08.30 WITA ketika kedua orang tua korban meninggalkan korban bersama adiknya di dalam kamar untuk pergi sarapan di restoran lantai bawah.

Kapolsek Samarinda Ulu, AKP Asriadi Jafar, mengungkapkan bahwa fokus utama penyidik saat ini adalah memeriksa kondisi fisik kamar, termasuk akses pintu yang terhubung langsung ke area luar. Dalam keterangannya, Asriadi membenarkan bahwa pintu akses tersebut berada dalam keadaan terbuka dan tidak terkunci saat kejadian berlangsung. Kendati demikian, pihak kepolisian belum dapat menyimpulkan secara pasti apakah kondisi tersebut menjadi faktor tunggal penyebab jatuhnya korban.

Evaluasi Fasilitas dan Sistem Pengamanan

Selain memeriksa tempat kejadian dan meminta keterangan dari petugas keamanan (security) hotel yang pertama kali menerima laporan, penyidik juga mendalami sistem pengamanan fasilitas kamar. Dari pengamatan awal di lokasi kejadian, petugas menemukan sejumlah rambu dan papan peringatan keselamatan yang melarang tamu mendekati atau duduk di area pagar pembatas balkon.

Direktur Hotel Mesra, Saparudin, menyatakan keterkejutannya saat insiden tersebut terjadi sekitar pukul 09.30 WITA. Ia mengonfirmasi bahwa korban dan keluarganya merupakan tamu resmi yang menginap di kamar 5101 di lantai lima. Saparudin menjelaskan bahwa standar fasilitas hotel sebenarnya telah dilengkapi dengan sistem penguncian otomatis berupa door closer.

Menurut pihak pengelola, pintu akses keluar seharusnya dapat menutup dan mengunci secara mandiri kecuali jika ditahan secara sengaja dari dalam. Manajemen hotel menyatakan siap bersikap kooperatif penuh dengan aparat penegak hukum serta berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional prosedur (SOP) keselamatan demi mencegah kejadian serupa terulang.

Pertanyaan Penting dan Aspek Pengawasan

Insiden ini kembali menyoroti pentingnya pengawasan ketat terhadap anak-anak di lingkungan akomodasi bertingkat tinggi seperti hotel dan apartemen. Meskipun fasilitas pengaman dan rambu peringatan telah tersedia, faktor pengawasan orang tua serta keandalan kunci pengaman ganda menjadi aspek krusial yang harus diperhatikan oleh para pelancong keluarga.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih mendalami seluruh rangkaian bukti fisik dan keterangan saksi untuk memastikan apakah insiden ini murni musibah atau melibatkan unsur kelalaian manusia. Identitas lengkap korban serta asal daerah keluarga. (*)

Saluran Whatsapp Kami

Iklan