Faris Adam Bikin Pantai Merpati Bergoyang, Serukan Bulukumba Mantap di Penutupan Festival Pinisi XVI

MENITNEWS.CO.ID, BULUKUMBA — Ribuan warga memadati kawasan Pantai Merpati, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, untuk menyaksikan penampilan penyanyi Faris Adam pada malam penutupan Festival Pinisi XVI Tahun 2026, Sabtu (17/10/2026).

Penyanyi yang dikenal lewat lagu Stecu Stecu itu sukses menghidupkan suasana dengan aksi panggung enerjik dan seruan khasnya, “Bulukumba Mantap! Alaipyu!”

Antusiasme penonton terlihat sejak penampilan Faris Adam dimulai. Tidak hanya warga Bulukumba, masyarakat dari sejumlah kabupaten tetangga juga berdatangan untuk menyaksikan langsung penampilan penyanyi asal Ternate tersebut.

Kemeriahan semakin terasa ketika Faris Adam mengajak ribuan penonton bergoyang bersama. Interaksi yang terjalin antara penyanyi dan penonton membuat kawasan Pantai Merpati dipenuhi sorakan serta tepuk tangan hingga malam penutupan festival berlangsung semarak.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras, yang merupakan legislator dari daerah pemilihan Sulawesi Selatan II, termasuk Kabupaten Bulukumba.

Faris Adam tampil bersama saudaranya, Ryan Adam. Di hadapan penonton, ia mengungkapkan kebanggaannya karena mendapat kesempatan tampil dan menghibur masyarakat Bulukumba dalam perhelatan budaya yang menjadi kebanggaan daerah tersebut.

“Jujur, kami sangat bangga bisa diundang di sini. Jauh-jauh dari Ternate datang performance di Bulukumba. Ini sangat luar biasa,” ungkap Faris Adam.

Selain menghibur masyarakat, Faris Adam juga menyampaikan kesan positif terhadap Kabupaten Bulukumba.

Ia mengaku terkesan ketika melintasi kawasan perkotaan dan melihat sebuah bangunan yang menampilkan kapal Pinisi di bagian atasnya.

Menurut Faris Adam, keberadaan ornamen kapal Pinisi tersebut merupakan pemandangan yang luar biasa sekaligus mencerminkan identitas khas Bulukumba sebagai daerah yang memiliki sejarah panjang dalam tradisi pembuatan kapal tradisional.

“Waktu lewat di Kota Bulukumba tadi, saya melihat ada kapal Pinisi di atas gedung. Ini sangat luar biasa. Pokoknya, Bapak Bupati Bulukumba sangat luar biasa,” ujarnya.

Apresiasi tersebut menjadi salah satu momen menarik dalam penampilannya. Kapal Pinisi memang telah menjadi simbol kebanggaan masyarakat Bulukumba, terutama karena tradisi pembuatannya yang berkembang di Kecamatan Bontobahari.

Warisan budaya maritim tersebut tidak hanya memiliki nilai sejarah, tetapi juga menjadi bagian penting dari identitas masyarakat setempat dan daya tarik pariwisata Sulawesi Selatan.

Faris Adam juga memanfaatkan kesempatan tampil di hadapan ribuan penonton untuk ikut mempromosikan industri pembuatan kapal Pinisi di Bulukumba.

Di sela-sela penampilannya, ia menyampaikan kepada penonton bahwa masyarakat yang berminat memesan kapal Pinisi dapat menghubungi pengusaha kapal asal Bontobahari, H. Ariawan.

Ajakan tersebut memberikan warna tersendiri dalam pertunjukan Faris Adam. Penampilannya tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga membuka ruang promosi bagi salah satu produk budaya unggulan Bulukumba.

Industri pembuatan kapal Pinisi di Bontobahari selama ini menjadi bagian dari kekayaan budaya dan aktivitas ekonomi masyarakat. Tradisi tersebut turut memperkuat posisi Bulukumba sebagai daerah yang dikenal dengan keterampilan pembuatan kapal kayu tradisional.

Promosi yang disampaikan di atas panggung Festival Pinisi diharapkan dapat memperluas pengenalan terhadap produk budaya tersebut, sekaligus mendorong minat masyarakat untuk mengenal lebih jauh tradisi maritim Bulukumba.

Suasana semakin akrab ketika Faris Adam melontarkan pujian kepada masyarakat Bulukumba. Dengan gaya santai dan penuh canda, ia menyebut laki-laki di Bulukumba ganteng-ganteng, sedangkan perempuannya cantik, manis, dan lucu.

Pernyataan tersebut langsung disambut sorakan dan gelak tawa penonton. Interaksi ringan itu menambah kehangatan suasana sekaligus memperlihatkan kedekatan Faris Adam dengan masyarakat yang hadir.

Kemeriahan malam penutupan Festival Pinisi XVI menjadi salah satu daya tarik utama rangkaian festival budaya dan pariwisata Kabupaten Bulukumba tahun ini.

Festival tersebut tidak hanya menjadi panggung hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan warisan budaya maritim, mempromosikan potensi wisata, serta membuka peluang bagi tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat.

Melalui penyelenggaraan Festival Pinisi, Pemerintah Kabupaten Bulukumba terus mendorong agar tradisi pembuatan kapal Pinisi semakin dikenal luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Perpaduan pertunjukan musik, promosi budaya, dan antusiasme masyarakat menjadikan penutupan Festival Pinisi XVI sebagai momentum untuk memperkuat daya tarik Bulukumba sebagai destinasi wisata budaya dan bahari di Sulawesi Selatan. (*)

Saluran Whatsapp Kami

Iklan