Pergulatan Batin di Balik Keputusan Hijrah Dewi Sandra: Bukan Sekadar Perubahan Penampilan

(Instagram: dewisandra)

MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Keputusan hijrah yang diambil oleh seorang figur publik seringkali hanya dinilai dari hasil akhirnya oleh masyarakat luas. Padahal, di balik perubahan penampilan yang tampak secara kasatmata, terdapat proses panjang serta pergulatan batin yang kompleks.

Hal tersebut diungkapkan oleh Dewi Sandra dalam perbincangan di kanal YouTube Ngobrol Asix yang dipublikasikan pada Minggu, 4 Oktober 2026. Menurutnya, transisi kehidupan beragama tidak terjadi secara instan, melainkan melibatkan berbagai pertimbangan mendalam terkait masa depan.

Dewi menjelaskan bahwa publik biasanya baru menyadari perubahan seseorang ketika penampilan fisik, seperti penggunaan jilbab, mulai terlihat. Namun, dinamika mental yang terjadi di balik layar tidak sepenuhnya diketahui oleh orang banyak.

“Kalau yang mikir aku tuh enggak tiba-tiba berubah. It’s always a process. Iya enggak sih?” ujar Dewi Sandra, seperti dilansir dari TribunStyle.com.

Pertimbangan Karier hingga Hubungan Pribadi

Dalam proses menuju kemantapan beragama, Dewi mengakui bahwa dirinya sempat dihantui oleh berbagai kekhawatiran rasional. Aspek profesional, keberlanjutan karier, hingga dinamika hubungan dengan pasangan menjadi deretan pertanyaan besar yang harus dijawab.

Kecemasan tersebut mencakup kesiapan mental dalam menghadapi perubahan ritme kehidupan yang telah berjalan bertahun-tahun. Ketakutan akan ketidakmampuan untuk istikamah di tengah jalan juga menjadi beban tersendiri yang harus dikelola secara psikologis.

“Ini nanti aku gimana ke depannya nanti mikirin kerjaan lah, mikirin karir, mikirin pasangan, mikirin sanggup atau tidak,” ungkap Dewi.

Gejolak Mental Setiap Hari

Keraguan dan ketakutan semacam itu, lanjut Dewi, merupakan bagian dari dinamika batin yang nyata dan dirasakan setiap hari selama masa transisi. Kekhawatiran mengenai kemungkinan merasa tidak kuat dan berkeinginan untuk kembali ke kondisi semula kerap muncul dalam benak seseorang yang sedang berproses.

“Nanti mikirin kalau tiba-tiba di tengah jalan nanti aku enggak kuat, aku mau lepas. Itu kan apa ya gejolak-gejolak yang ada itu di balik layar yang setiap hari it’s there gitu,” pungkasnya.

Fenomena ini memberikan gambaran bahwa keputusan besar dalam hidup, khususnya dalam ranah spiritual, memerlukan ketahanan mental yang tidak mudah. Pengalaman yang dibagikan ini sekaligus menunjukkan bahwa perubahan positif pada seseorang selalu didahului oleh fase adaptasi yang penuh tantangan. (*)

Saluran Whatsapp Kami

Iklan