MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Ditengah beredarnya rumor mengenai pernikahan dirinya dengan Umi Pipik, pendakwah asal Makassar Ustaz Muhammad Nur Maulana kembali mengenang sosok almarhumah istrinya, Hj. Nuraliyah Ibnu Hajar.
Hingga saat ini, kenangan akan kesederhanaan dan keteladanan almarhumah masih melegat erat dalam kehidupan Ustaz Maulana beserta keempat buah hatinya.
Nuraliyah meninggal dunia pada 20 Januari 2019 silam setelah berjuang melawan kanker usus. Meski telah bertahun-tahun berlalu, Ustaz Maulana mengungkapkan betapa besar rasa kagumnya terhadap sosok sang istri yang dinilainya amat dermawan.
“Susah untuk mendapatkan wanita seperti beliau, karena apa kata beliau ‘Saya yang penting ada susu buat anak, saya udah puas, masalah yang lain aku bagiin aja’. Jadi semua emasnya disumbangin, tidak ada emas satupun di rumah, hebat,” beber Ustaz Maulana saat menjadi tamu di tayangan YouTube TRANS7 Official yang dikutip TribunStyle.com, Rabu (30/9/2026).
Ustaz Maulana menceritakan, almarhumah selalu menyedekahkan pendapatan yang dikirimkan kepadanya dan tidak pernah mengejar gaya hidup mewah hingga akhir hayat.
Selain kedermawanannya, satu momen yang paling membekas dan kerap membuat air matanya menetes adalah ketika mengingat keinginan terakhir sang istri yang belum sempat terwujud, yakni beribadah umrah bersama.
Nuraliyah sempat mengajak beberapa orang untuk berangkat umrah pada bulan November sebelum kepulangannya. Namun, takdir berkata lain sebelum koper perlengkapan itu sempat dibuka.
“Saya nangis buka koper itu, permintaan terakhirnya supaya aku ikut umroh bareng beliau, udah pakai kursi roda. Cuma aku enggak ikut karena takut nanti di sana aku nyusahin,” kenang Ustaz Maulana.
Ia beralasan tidak ikut karena khawatir kebiasaannya yang suka berjalan cepat justru akan merepotkan sang istri yang saat itu dalam kondisi fisik terbatas.
Kepergian Nuraliyah memberikan dampak mendalam hingga Ustaz Maulana memilih untuk tidak menikah lagi. Untuk menjaga diri dan spiritualitasnya, ia bahkan memutuskan untuk menjalankan puasa setiap hari.
“Sebenarnya kalau saya udahlah, udah cukup seperti ini (tidak menikah lagi), makanya saya puasa setiap hari. Aku puasa setiap hari, sudah hampir 8 tahun,” jelasnya.
Ia menambahkan, jika dahulu saat istrinya masih hidup ia rutin menjalankan puasa Daud serta puasa Senin-Kamis, kini ia memilih menjalankan puasa Idris setiap hari sebagai wujud pengelolaan diri pascakepergian sang istri.
Bagi masyarakat lokal di Sulawesi Selatan maupun umat secara luas, keteladanan Nuraliyah yang dibagikan oleh Ustaz Maulana ini memberikan pesan moral kuat tentang ketidakmelekatan pada harta duniawi serta pentingnya keikhlasan dalam berbagi. (*)



