MENITNEWS.CO.ID, JAKARTA — Penyanyi Syahrini resmi kembali menyapa pencinta musik tanah air melalui penampilan off air di panggung festival musik Pestapora 2026 yang digelar di Jakarta, Minggu (27/9/2026). Aksi panggung ini menjadi momen perdana Syahrini tampil secara publik setelah memilih vakum dari dunia hiburan selama kurang lebih tujuh tahun.
Di atas panggung, pelantun lagu “Sesuatu” tersebut mengungkapkan bahwa keputusan jeda dari industri musik bukan semata-mata untuk menarik diri dari masyarakat. Ia memfokuskan seluruh perhatiannya untuk mengurus keluarga kecilnya.
“Aku tujuh tahun bukan menjaga jarak, tapi aku menjaga anak dan menjaga Reino Barack,” kata Syahrini di hadapan para penonton, sebagaimana dihimpun dari laporan Kumparan.
Sontak pernyataan tersebut disambut riuh sorak penonton yang memadati area festival. Kehadiran Syahrini di panggung Pestapora menjadi daya tarik tersendiri mengingat lamanya sang penyanyi absen dari panggung hiburan off air.
Bawa Nostalgia Jargon Hingga Kolaborasi Lintas Musisi

Dalam penampilan kembalinya tersebut, Syahrini membawakan sejumlah nomor hits yang akrab di telinga pendengar. Salah satunya adalah lagu “Seperti Itu” yang memicu aksi sing-along massal. Momen ini kian meriah saat Syahrini memperagakan jargon ikoniknya, “maju mundur cantik”, yang disambut antusias oleh penonton.
Tak hanya membawakan tembang nostalgia, Syahrini juga melantunkan lagu “Kau yang Utama”. Lagu ini secara khusus ditujukan untuk sang suami, Reino Barack, beserta putri mereka, meski malam itu dipersembahkan pula bagi seluruh pengunjung festival.
Aksi hiburan Syahrini kian berwarna dengan hadirnya kolaborasi bersama musisi Adrian Khalif dan NPD. Bersama Adrian Khalif, Syahrini melantunkan tembang “Alamak”, sebelum kemudian berduet membawakan lagu “Sempurnanya Aku” bersama NPD.
Di sela-sela lagu, Syahrini menyajikan hiburan khasnya dengan berinteraksi secara jenaka bersama penonton. Ia melontarkan kelakar mengenai pembentukan “Partai Inces Indonesia” (PII) dan mengajak para penonton di arena panggung untuk menjadi bagian dari “kader” partai fiktif tersebut. Aksi gimmick ini ditutup dengan pemukulan gong di atas panggung yang menambah riuh suasana.
Dampak Budaya Pop dan Pertanyaan yang Tersisa
Kembalinya Syahrini ke atas panggung hiburan menjadi sinyal menarik bagi industri hiburan tanah air, khususnya dalam ranah festival musik populer yang kini makin diminati lintas generasi. Bagi penikmat musik di berbagai daerah, termasuk di Sulawesi Selatan, aksinya menunjukkan bahwa figur publik dengan brand personal yang kuat tetap memiliki daya tarik tinggi setelah masa hiatus panjang.
Kendati demikian, penampilan di Pestapora 2026 ini belum menjawab apakah Syahrini bakal merilis karya rekaman baru atau menggelar tur panggung dalam waktu dekat. Publik dan penggemar masih menunggu kepastian langkah bermusik Syahrini berikutnya setelah momentum comeback ini. (*)



