MENITNEWS.CO.ID, JAKARTA — Musisi muda asal Thailand, Nene Royal, mengukir prestasi di kancah internasional setelah keluar sebagai juara pertama ajang pencarian bakat America’s Got Talent (AGT) musim ke-21. Kemenangan gitaris sekaligus vokalis berusia 16 tahun ini menjadi sorotan luas penikmat musik di kawasan Asia Tenggara, termasuk di Indonesia.
Gadis bernama lengkap Rattikarn Amloy tersebut mengalahkan jajaran kontestan dari berbagai negara pada babak grand final yang berlangsung Rabu (23/9/2026). Keberhasilannya menegaskan kebangkitan talenta musik Asia Tenggara di panggung hiburan global.
Sebelum menaklukkan panggung hiburan di Amerika Serikat, Nene bukanlah nama baru di industri musik independen. Lahir di Phuket pada 14 Maret 2010, ia telah aktif membangun karier bermusiknya sejak 2022 dengan mengeksplorasi perpaduan genre rock modern, pop alternatif, dan metal melodis.
Keterampilan teknis bermusiknya diasah melalui berbagai ajang kompetisi gitar internasional. Berdasarkan catatan data kompetisi, Nene pernah meraih predikat Runner-up pada Overdrive Guitar Contest (The Guitar Battle) serta penghargaan Outstanding Player dalam King Power Band Competition.
Keberhasilan di ajang AGT 2026 turut memperluas jangkauan karier profesionalnya di tingkat regional. Mengutip laporan IDN Times dari unggahan Midas Promotions, Nene Royal dijadwalkan tampil sebagai penampil pembuka (opening act) dalam konser Avenged Sevenfold Asia Tour 2026 di Singapura pada 13 Oktober mendatang.
Di luar panggung kompetisi, musisi yang bernaung di bawah label Enya Music ini aktif membagikan karya visual bermusiknya di berbagai platform media sosial. Selain merilis tunggalan (single) bertajuk “Real Verse” pada 2026, ia saat ini dikabarkan tengah menyelesaikan proses produksi album mini (extended play/EP) debutnya.
Kemenangan Nene di ajang internasional ini dinilai memberikan dorongan motivasi bagi ekosistem musisi muda di negara-negara tetangga, termasuk Indonesia, yang memiliki basis penggemar genre rock dan metal cukup besar. Prestasi ini membuktikan bahwa batas wilayah dan latar belakang bukan lagi penghalang untuk menembus pasar musik global. (*)



