MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Tim LASKAR (Langkah Aksi Sampah Plastik Jadi Bahan Bakar) dari Universitas Hasanuddin (Unhas) mengedukasi masyarakat Pulau Barrang Lompo, Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, Makassar, tentang pentingnya pemilahan sampah plastik untuk mendukung kebersihan lingkungan pesisir dan pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Kegiatan sosialisasi dan edukasi tersebut berlangsung di Kantor Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, tepatnya di Pulau Barrang Lompo, pada pekan lalu.
Mengusung tema “Mewujudkan Pulau Bersih dan Pesisir Berdaya melalui Edukasi Pemilahan Sampah”, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan sampah, khususnya di wilayah kepulauan.
Program tersebut merupakan bagian dari implementasi Astra Future Leaders 2026. Dalam pelaksanaannya, tim LASKAR melibatkan tiga relawan yang membantu pendampingan peserta, penyampaian materi, serta praktik pemilahan sampah.
Edukasi diberikan melalui dua sesi utama, yakni pengenalan dasar hukum pengelolaan sampah dan pemahaman mengenai jenis serta karakteristik sampah.
Kedua materi tersebut dirancang untuk membangun kesadaran masyarakat bahwa pengelolaan sampah harus dimulai dari sumbernya, termasuk lingkungan rumah tangga.
Pada sesi pertama, peserta mendapatkan penjelasan mengenai dasar hukum pengelolaan sampah di Indonesia, termasuk hak dan kewajiban masyarakat.
Materi ini menekankan pentingnya keterlibatan warga dalam mengurangi permasalahan sampah melalui kebiasaan memilah sampah sejak awal.
Sementara itu, sesi kedua membahas pengelompokan sampah menjadi organik, anorganik, dan residu. Peserta juga diperkenalkan pada tujuh kode identifikasi resin plastik, yaitu PET, HDPE, PVC, LDPE, PP, PS, dan OTHER.

Pengenalan tersebut membantu masyarakat memahami bahwa setiap jenis plastik memiliki karakteristik berbeda sehingga membutuhkan penanganan yang sesuai.
Peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai jenis plastik yang berpotensi diolah menggunakan teknologi pirolisis sebagai salah satu alternatif pemanfaatan sampah plastik menjadi bahan bakar.
Namun, sebelum memasuki proses pengolahan lebih lanjut, sampah perlu dipilah dengan benar agar jenis material yang akan dimanfaatkan dapat dikenali dan ditangani sesuai karakteristiknya.
Untuk memperkuat pemahaman, kegiatan tidak hanya dilakukan melalui pemaparan materi, tetapi juga diskusi, tanya jawab, dan demonstrasi pemilahan sampah berdasarkan jenisnya.
Melalui pendekatan tersebut, masyarakat memperoleh kesempatan untuk mengenali perbedaan karakteristik sampah sekaligus memahami penerapan pemilahan dalam kehidupan sehari-hari.
Tim LASKAR berharap kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun kebiasaan memilah sampah di tingkat rumah tangga.
Edukasi tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan pesisir serta mendorong pengelolaan sampah plastik yang lebih bertanggung jawab.
Bagi LASKAR, penanganan sampah plastik tidak cukup hanya mengandalkan teknologi pengolahan. Kesadaran masyarakat untuk mengenali, memilah, dan mengelola sampah sejak dari sumbernya merupakan fondasi penting dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif.
Melalui edukasi berkelanjutan dan keterlibatan aktif masyarakat, Pulau Barrang Lompo diharapkan dapat menjadi lingkungan kepulauan yang lebih bersih, berdaya, dan berkelanjutan, sekaligus memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai potensi pemanfaatan sampah plastik melalui teknologi yang sesuai. (*)



