Mengawinkan Desain Kendaraan dan Mode, LEPAS Tampil di JFW 2027

LEPAS Perluas Eksistensi di Pasar Urban Lewat Pameran dan Kolaborasi Mode

MENITNEWS.CO.ID, JAKARTA — Industri otomotif kembali mencari ruang ekspresi di luar konvensi konvensional melalui keterlibatan jenama mobilitas LEPAS dalam ajang Jakarta Fashion Week (JFW) 2027. Dalam perhelatan mode yang dijadwalkan berlangsung pada 26 Oktober hingga 1 November 2026 tersebut, jenama ini menggandeng sejumlah perancang lokal untuk merajut identitas visual mereka ke dalam lanskap gaya hidup urban.

Melalui keterangan tertulis yang diterima, Vice Country Director LEPAS Indonesia, Temmy Wiradjaja, menyatakan bahwa fesyen dan mobilitas memiliki kesamaan dalam merepresentasikan karakter serta ekspresi personal. Pendekatan tersebut diterjemahkan ke dalam filosofi desain yang dinamai Leopard Aesthetics.

Filosofi ini mengadopsi karakter visual dari macan tutul yang menitikberatkan pada aspek ketangkasan dan kepercayaan diri. Karakteristik itu kemudian dijabarkan ke dalam proporsi dan detail visual yang diusung oleh lini kendaraan mereka di pasar Indonesia.

Ruang Dialog Otomotif dan Mode Melalui Kolaborasi LEPAS Bersama Danjyo Hiyoji

Dalam lini produknya, pendekatan desain tersebut dibagi ke dalam segmen yang menyasar karakter konsumen berbeda. LEPAS E4 EV diarahkan untuk merespons dinamika generasi muda, sementara LEPAS L8 PHEV diposisikan bagi konsumen yang mencari orientasi kenyamanan serta kemapanan dalam mobilitas harian.

Selain menampilkan kolaborasi kreatif bersama perancang busana Danjyo Hiyoji dan OTHMAN di panggung peragaan busana, pengenalan produk ini juga diperluas ke ruang publik. LEPAS menggelar pameran mandiri di atrium Pondok Indah Mall 3, Jakarta Selatan, yang diisi dengan fasilitas pengujian kendaraan bagi pengunjung.

Langkah mempertemukan sektor otomotif dengan industri kreatif mode ini mencerminkan upaya memperluas jangkauan pemasaran di tengah ketatnya persaingan segmen gaya hidup perkotaan. Kendati demikian, efektivitas strategi ini dalam mengonversi minat publik menjadi keputusan pembelian masih memerlukan pengamatan lebih lanjut di tengah dinamika pasar otomotif nasional. (*)

Saluran Whatsapp Kami

Iklan