Daeng Manye Pacu Rencana PLTS 100 MW di Takalar, Bidik Investasi dan Lapangan Kerja

LISTRIK UNTUK RAKYAT. Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, terus mendorong percepatan rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 megawatt (MW) di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. (Foto : Ist)

MENITNEWS.CO.ID, JAKARTA — Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, terus mendorong percepatan rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 megawatt (MW) di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.

Proyek energi terbarukan ini diharapkan mampu menarik investasi, membuka lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Upaya tersebut ditunjukkan melalui pertemuan antara Pemerintah Kabupaten Takalar dan jajaran PT PLN (Persero) di Kantor PLN Pusat, Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Pertemuan itu membahas perkembangan rencana pembangunan PLTS sekaligus mengidentifikasi sejumlah aspek yang perlu diselesaikan untuk mendukung kesiapan proyek.

Dalam pertemuan tersebut, Daeng Manye didampingi Sekretaris Daerah Takalar, Rivai, beserta sejumlah asisten. Rombongan Pemkab Takalar diterima Executive Vice President (EVP) LPT, Syamsul, bersama jajaran PLN dari sejumlah divisi terkait.

Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi lintas sektor guna mendorong rencana pengembangan energi surya di Takalar menuju tahapan yang lebih konkret.

Bupati Daeng Manye menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, PLN, dan pihak terkait agar berbagai kebutuhan persiapan proyek dapat ditangani secara terkoordinasi.

Selain mendukung pengembangan energi bersih, proyek PLTS berkapasitas 100 MW tersebut diharapkan memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat, terutama melalui penyerapan tenaga kerja lokal dan terbukanya peluang usaha baru.

Dalam pembahasan bersama PLN, Pemkab Takalar menyampaikan kesiapan untuk mendukung proses persiapan proyek dari sisi teknis dan administrasi sesuai kewenangan pemerintah daerah.

Sejumlah kendala yang masih dihadapi dalam tahap persiapan turut dibahas untuk mencari solusi melalui komunikasi dan koordinasi yang lebih intensif.

Dukungan PLN menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong perkembangan rencana pembangunan tersebut. Selain itu, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) turut menjadi pihak terkait dalam pembahasan, khususnya mengenai penyediaan aset yang dibutuhkan untuk mendukung pengembangan proyek.

Sinergi antara Pemkab Takalar, PLN, dan PTPN diharapkan dapat memperkuat kesiapan proyek, termasuk dalam penyelesaian aspek teknis, administrasi, serta berbagai kebutuhan pendukung lainnya.

Bagi Pemerintah Kabupaten Takalar, pengembangan PLTS ini merupakan salah satu peluang strategis untuk mengoptimalkan potensi daerah sekaligus menarik investasi di sektor energi terbarukan.

Meski demikian, rencana pembangunan tersebut masih memerlukan proses persiapan dan koordinasi lebih lanjut agar dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Rencana pembangunan PLTS di Takalar juga sejalan dengan agenda pemerintah pusat dalam memperluas pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT).

Pengembangan energi surya menjadi salah satu upaya mendukung transisi menuju energi yang lebih bersih sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional, sejalan dengan arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto.

Dengan rencana kapasitas mencapai 100 MW, proyek ini berpotensi menjadi salah satu penggerak pengembangan energi terbarukan di Sulawesi Selatan apabila dapat direalisasikan.

Bagi Takalar, kehadiran investasi di sektor energi diharapkan tidak hanya berkontribusi terhadap pengembangan infrastruktur ketenagalistrikan, tetapi juga menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah.

Peluang tersebut mencakup penyerapan tenaga kerja selama tahapan pembangunan, peningkatan aktivitas usaha pendukung, serta terbukanya kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk terlibat sesuai kebutuhan proyek.

Namun, besaran investasi, jadwal pembangunan, dan jumlah tenaga kerja yang akan terserap belum dirinci dalam pembahasan yang disampaikan.

Pertemuan di Kantor PLN Pusat tersebut turut dihadiri perwakilan sejumlah unit dan divisi PLN, yakni DIV LDS, LPT, MEB, RSL, serta Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (Sulselrabar).

Keterlibatan berbagai unit tersebut mencerminkan pentingnya koordinasi lintas fungsi dalam membahas perkembangan rencana proyek, mulai dari aspek perencanaan hingga dukungan pelaksanaan di daerah.

Melalui pertemuan ini, Pemkab Takalar berharap komunikasi dengan PLN dan PTPN semakin intensif sehingga berbagai tantangan dalam tahap persiapan dapat diselesaikan secara bertahap.

Pemerintah daerah juga berharap rencana PLTS berkapasitas 100 MW tersebut dapat berkembang menjadi investasi strategis yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

Jika terealisasi, proyek ini diharapkan memperkuat kontribusi Takalar dalam pengembangan energi bersih sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja baru.

Langkah Daeng Manye tersebut, menjadi bagian dari upaya Pemkab Takalar dalam memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dan sektor strategis untuk mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan. (red)

Saluran Whatsapp Kami

Iklan