Juru Lamadjang Rilis Tokoh Berpengaruh Lumajang, Arsal Sahban Masuk Daftar Meski Bukan Warga Asli

ads
ads
ads

MENITNEWS.CO.ID, LUMAJANG — Komunitas sejarah dan budaya independen Juru Lamadjang merilis daftar tokoh berpengaruh Kabupaten Lumajang lintas zaman.

Daftar tersebut merupakan hasil riset opini yang menelusuri figur-figur yang dinilai memberikan dampak nyata bagi masyarakat, mulai dari era klasik abad ke-13 hingga era reformasi.

Salah satu nama yang menarik perhatian dalam kategori Era Reformasi hingga Sekarang adalah Kombes Pol. Dr. Muhammad Arsal Sahban, S.H., S.I.K., M.H., M.M., mantan Kapolres Lumajang periode 2018–2019.

Keberadaan Arsal Sahban dalam daftar tersebut dinilai istimewa karena menjadi satu-satunya tokoh yang bukan berasal dari Lumajang.

Perwira Polri kelahiran Kalosi, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan itu dinilai mampu meninggalkan jejak pengabdian yang masih dikenang masyarakat meski hanya menjabat sekitar 13 bulan.

Juru Lamadjang merupakan komunitas sejarah dan budaya yang berdiri sekitar tahun 2023. Komunitas ini lahir dari kepedulian terhadap rendahnya tingkat literasi sejarah di Lumajang.

Nama “Lamadjang” sendiri diambil dari nama kuno Kabupaten Lumajang yang tercatat dalam berbagai prasasti dan naskah sejarah.

Selama ini, komunitas tersebut aktif menggelar berbagai kegiatan edukasi, seperti Jagongan Sejarah, Lamadjang Walking Tour, pameran arsip dan fotografi kuno, hingga edukasi digital melalui media sosial.

Riset tokoh berpengaruh Lumajang disusun oleh M. Zainul M, Fahmi K, Agil Z, dan Perdana Anugrah bekerja sama dengan Untuk Bangsa Foundation.

Dalam penelitian tersebut, tim menggunakan lima indikator utama, yakni rekam jejak pengabdian, kredibilitas, jaringan sosial, kemampuan memengaruhi opini publik, serta dampak nyata yang masih dirasakan masyarakat.

Peneliti juga melakukan observasi lapangan dan berdiskusi langsung dengan warga di sejumlah wilayah sebagai sampel penelitian.

Salah satu peneliti, Perdana Anugrah, mengatakan nama Arsal Sahban muncul secara spontan saat masyarakat diminta menyebut tokoh yang berpengaruh terhadap keamanan di Lumajang.

“Kami mencoba menggunakan ukuran penilaian yang seobjektif mungkin. Ketika kami turun ke lapangan dan berdiskusi langsung dengan warga, nama Bapak Arsal Sahban muncul begitu saja, terutama saat pembicaraan menyentuh soal keamanan,” ujarnya.

Menurutnya, banyak warga masih mengingat masa kepemimpinan Arsal karena dinilai berhasil menghadirkan rasa aman.

“Warga dengan spontan menyebut, enak zamannya Pak Arsal, masyarakat aman dan merasa dilindungi. Bukan semata karena jabatan yang pernah beliau emban, tetapi karena dampak yang ditinggalkan dan masih dirasakan masyarakat hingga hari ini,” katanya.

Arsal Sahban menjabat sebagai Kapolres Lumajang sejak November 2018 hingga Desember 2019.

Selama masa tugasnya, ia dikenal membentuk Tim Cobra, satuan khusus yang bergerak cepat menangani berbagai tindak kriminal, mulai dari begal, pencurian kendaraan bermotor, pencurian ternak hingga penindakan tambang pasir ilegal.

Langkah tersebut dinilai berhasil menekan tingkat kriminalitas sekaligus mengurangi rasa takut masyarakat terhadap kejahatan (fear of crime).

Sebelum periode tersebut, Lumajang kerap mendapat stigma sebagai daerah rawan begal dan pencurian sapi. Banyak warga mengaku enggan beraktivitas pada malam hari karena tingginya angka kejahatan.

Penilaian masyarakat tersebut juga didukung data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lumajang.

Pada 2019, jumlah tindak pidana tercatat sebanyak 312 kasus, menjadi angka terendah dalam rentang 2016 hingga 2024.

Adapun jumlah tindak pidana yang tercatat meliputi 2016: 501 kasus, 2017: 549 kasus, 2018: 676 kasus, 2019: 312 kasus, 2020: 356 kasus, 2021: 589 kasus, 2022: 1.378 kasus, 2023: 1.402 kasus, dan 2024: 1.194 kasus.

Data tersebut menunjukkan angka kriminalitas pada 2019 turun hampir 54 persen dibandingkan 2018. Pada tahun-tahun berikutnya, jumlah tindak pidana kembali meningkat hingga lebih dari empat kali lipat dibandingkan capaian 2019.

Unggahan daftar tokoh berpengaruh Lumajang di media sosial Juru Lamadjang juga mendapat banyak tanggapan positif.

Beberapa warganet menyebut Arsal Sahban sebagai sosok yang masih dikenang karena dinilai berhasil menciptakan rasa aman selama menjabat Kapolres Lumajang.

Menanggapi hal tersebut, Arsal menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Lumajang.

“Saya merasa sangat terhormat bisa dianggap sebagai bagian dari tokoh yang berpengaruh di Kabupaten Lumajang. Ini adalah pengingat bahwa apa yang kita lakukan dengan sungguh-sungguh, betapapun singkatnya, bisa meninggalkan kesan yang melampaui waktu. Lumajang akan selalu punya tempat tersendiri di hati saya,” ujarnya.

Saat ini Arsal Sahban menjabat sebagai Kasubdit II Perbankan Direktorat Tindak Pidana Khusus Bareskrim Polri. Ia juga masuk dalam tiga besar kandidat Hoegeng Awards 2026 kategori Polisi Berintegritas.

Daftar Tokoh Berpengaruh Era Reformasi Versi Juru Lamadjang

Dalam riset tersebut, Juru Lamadjang membagi tokoh berpengaruh ke dalam lima periode sejarah. Untuk kategori Era Reformasi hingga Sekarang, daftar tokohnya meliputi A. Fauzi, Sjahrazad Masdar, Thoriqul Haq, Indah Amperawati, Agus Yudha Wicaksono, Umar Bashor, H. Rofik, Anang Ahmad, Arsal Sahban, Kaji Sing, Setiadi L. Halim, Dandhy D, Laksono, Habib Alwi Almuhdor, dan Wira Dharma.

Masuknya nama Arsal Sahban dalam daftar tersebut menunjukkan bahwa, pengaruh seorang tokoh tidak semata ditentukan oleh asal daerah ataupun lamanya masa jabatan.

Dalam penilaian Juru Lamadjang, jejak pengabdian yang masih dirasakan masyarakat menjadi faktor utama yang membuat namanya tetap dikenang hingga kini. (*)

Banner Sponsor

Silahkan Klik