MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar terus mengoptimalkan penanganan dampak musibah kebakaran yang melanda pemukiman warga di wilayahnya. Melalui Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) lingkup Pemkot Makassar, penggalangan donasi dari jajaran aparatur sipil negara (ASN) dilakukan guna mengulurkan bantuan dan meringankan beban para korban terdampak.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengonfirmasi bahwa seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) telah diinstruksikan bergerak cepat sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing. Langkah penanganan ini mencakup penyaluran santunan hingga pemenuhan kebutuhan dasar warga.
Ia menegaskan kehadiran pemerintah tidak berhenti saat musibah terjadi, melainkan berlanjut hingga seluruh kebutuhan darurat masyarakat terpenuhi secara intensif melalui koordinasi lintas instansi.

Pada tahap penyaluran awal hari Jumat, bantuan disesuaikan dengan kebutuhan mendesak di lapangan berdasarkan koordinasi bersama pemerintah kecamatan. Karena pasokan makanan instan, minuman, biskuit, serta dapur umum dari dinas terkait dan elemen masyarakat sudah mencukupi, KORPRI memfokuskan penyaluran bantuan non-pangan.
Bantuan yang disiapkan KORPRI meliputi alas atau terpal, pakaian dalam, sandal, perlengkapan mandi seperti sabun dan sampo, serta kebutuhan anak. Pada tahap pertama, sebanyak 100 dus susu UHT telah didistribusikan langsung kepada keluarga korban.
Mengingat skala musibah yang meluas, penyaluran bantuan disepakati tidak cukup hanya sekali. Pengurus KORPRI Makassar menghimpun donasi yang jumlahnya telah mencapai puluhan hingga mendekati ratusan juta rupiah untuk disalurkan pada tahap berikutnya.
Wali Kota yang akrab disapa Appi itu menjelaskan bahwa Dinas Sosial menangani penyediaan makanan utama, sedangkan BPBD memfasilitasi logistik kebencanaan lainnya. Donasi KORPRI kemudian masuk mengisi celah kebutuhan mendasar warga seperti pakaian, perlengkapan pribadi, dan obat-obatan.

Peningkatan frekuensi bencana ini sejalan dengan catatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar mengenai naiknya potensi kebakaran akibat musim kemarau dan cuaca panas ekstrem. Pada awal Agustus, kebakaran besar menghanguskan puluhan rumah warga di kawasan padat pesisir Jalan Sultan Abdullah, Kecamatan Tallo, serta di Jalan Kandea, Kelurahan Baraya, Kecamatan Bontoala.
Melihat maraknya insiden tersebut, Munafri mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan mandiri di rumah tangga. Menurut politisi Golkar tersebut, kewaspadaan adalah kunci utama pencegahan bencana yang sering dipicu oleh korsleting listrik dan kelalaian aktivitas dapur.
Warga diminta tidak membiarkan kabel charger terhubung ke sakelar saat tidak digunakan, serta aktif memeriksa kelayakan stop kontak secara berkala. Selain masalah kelistrikan, kehati-hatian saat mengoperasikan kompor dan tabung gas juga menjadi sorotan penting.
Dari sisi pelayanan publik, Pemkot Makassar memastikan personel Damkarmat tetap bersiaga penuh selama 24 jam untuk memberikan respon cepat (response time) saat terjadi keadaan darurat. Kecepatan tindakan dinilai sangat menentukan dalam menekan potensi perluasan api dan meminimalkan kerugian material masyarakat.
Sementara untuk fase pascabencana, instruksi tegas diberikan kepada Dinas Sosial, BPBD, hingga jajaran pemerintah wilayah seperti camat dan lurah agar pendampingan warga berjalan optimal.
Munafri menutup imbauannya dengan mengajak masyarakat memulai langkah pencegahan dari hal-hal kecil di rumah masing-masing, agar musibah kebakaran dapat diantisipasi sedini mungkin. (*)

