MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Kota Makassar secara aktif ikut serta dalam kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Tahun Anggaran 2026 Angkatan VI.
Kegiatan strategis ini diselenggarakan pada Rabu, 8 Juli 2026, bertempat di Hotel Sarison, Kota Makassar.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Kota Makassar, Aulia Arsyad, S.STP., M.Si, yang bertindak sebagai narasumber utama.
Turut hadir mendampingi dalam forum diskusi ini, Wakil Ketua DPRD Kota Makassar, Andi Suharmika, serta Lurah Kapasa beserta jajaran terkait.
Dalam pemaparannya, Aulia Arsyad menegaskan bahwa program Urban Farming Terintegrasi kini menjadi salah satu program strategis utama yang sejalan dengan prioritas pembangunan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin. Sektor ini dinilai krusial di tengah tantangan pemenuhan pangan di wilayah perkotaan.
”Program ini mengintegrasikan berbagai sektor sekaligus, mulai dari pertanian, peternakan, perikanan, budidaya maggot, hingga pengelolaan sampah. Tujuannya bukan hanya memperkuat ketahanan pangan, melainkan juga meningkatkan kualitas lingkungan hidup, memberdayakan masyarakat secara mandiri, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal berkelanjutan,” urai Aulia Arsyad.
Wakil Ketua DPRD Kota Makassar, Andi Suharmika, menyatakan DPRD mendukung penuh pengembangan Program Urban Farming Terintegrasi sebagai salah satu langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan di Kota Makassar.

Menurutnya, program tersebut tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat, tetapi juga memiliki dampak positif terhadap peningkatan ekonomi keluarga serta pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan.
Urban Farming Terintegrasi merupakan program yang sangat relevan dengan kebutuhan Kota Makassar saat ini. DPRD tentu memberikan dukungan agar program ini berjalan optimal.
“Karena manfaatnya sangat luas, mulai dari memperkuat ketahanan pangan, membuka peluang usaha bagi masyarakat, hingga menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan produktif,” ujar Andi Suharmika.
Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD menjadi kunci agar setiap program dapat terlaksana secara efektif.
Melalui fungsi pengawasan, DPRD akan terus memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai sasaran dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami berharap kolaborasi antara eksekutif, legislatif, pemerintah kecamatan dan kelurahan, serta partisipasi aktif masyarakat dapat terus diperkuat. Dengan demikian, Program Urban Farming Terintegrasi dapat menjadi gerakan bersama yang mendorong terwujudnya Makassar yang mandiri pangan, berdaya saing, dan berkelanjutan,” tutup Andi Suharmika.
Melalui sinergi bersama Wakil Ketua DPRD Makassar dalam kegiatan pengawasan ini, diharapkan terbangun hubungan kerja yang lebih kuat antara jajaran pemerintah daerah selaku eksekutif, pihak legislatif, dan seluruh pemangku kepentingan (stakeholders).
Kolaborasi ini ditujukan untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan responsif.
Langkah terintegrasi DP2 Makassar ini, juga diharapkan mampu mengoptimalkan pelaksanaan setiap program pembangunan, sehingga dampak positifnya dapat dirasakan langsung bagi peningkatan kesejahteraan warga di seluruh wilayah Kota Makassar. (*)

