MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Guna meningkatkan literasi keuangan di kalangan masyarakat, Bank Sulselbar aktif mengampanyekan pentingnya manajemen finansial yang sehat sejak dini.
Langkah ini dilakukan untuk merespons fenomena umum di mana masyarakat kerap mengalami kesulitan keuangan atau penurunan saldo secara drastis saat memasuki pertengahan bulan.
Melalui unggahan resmi di media sosialnya, Bank Sulselbar membagikan visualisasi kreatif mengenai realitas pengelolaan uang yang sering dihadapi nasabah: kondisi keuangan yang aman di awal bulan, namun mulai memprihatinkan atau “meringis” saat memasuki tengah bulan akibat manajemen yang kurang terencana.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Bank Sulselbar membagikan tiga langkah sederhana namun krusial yang dapat diterapkan oleh masyarakat dalam menjaga kestabilan perjalanan finansial mereka, di antaranya:
Mencatat Pengeluaran: Melakukan tracking berkala terhadap setiap dana yang keluar agar arus kas tetap terkontrol.
Menyusun Anggaran: Menentukan pos-pos pengeluaran prioritas sebelum menghabiskan pendapatan.
Berbelanja Sesuai Kebutuhan: Disiplin dalam membedakan antara kebutuhan esensial dan keinginan sesaat.
Corporate Secretary Bank Sulselbar, Hartani Djurnie, menegaskan bahwa kampanye edukasi edukatif ini merupakan bentuk komitmen nyata perseroan untuk hadir sebagai mitra finansial yang solutif bagi masyarakat Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.
”Kami di Bank Sulselbar tidak hanya fokus pada penyediaan produk perbankan, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk meningkatkan literasi keuangan nasabah. Melalui edukasi yang dikemas secara ringan dan relevan dengan kehidupan sehari-hari ini, kami ingin menemani setiap langkah finansial masyarakat agar tumbuh lebih terencana, bijak, dan membawa keberkahan, sejalan dengan prinsip Syariah First yang terus kami gaungkan,” ujar Hartani Djurnie saat dimintai keterangan, Jumat (10/7/2026).
Melalui program literasi dan inklusi keuangan yang berkelanjutan, Bank Sulselbar berkomitmen untuk terus mendampingi ‘Sulselbar People’ dalam membangun kebiasaan finansial yang positif demi masa depan ekonomi daerah yang lebih stabil dan sejahtera. (*)

