PDAM Makassar Benahi Distribusi Air Bersih, Pasokan Mulai Kembali Mengalir di Wilayah Utara dan Timur

MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR – Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar, Andi Syahrum, memaparkan berbagai langkah strategis yang dilakukan untuk mengatasi krisis air bersih sekaligus memperluas pemerataan distribusi hingga ke wilayah utara dan timur Kota Makassar. Berbagai upaya tersebut mulai menunjukkan hasil dengan kembalinya pasokan air di sejumlah kawasan yang sebelumnya mengalami gangguan.

Hal itu disampaikan Andi Syahrum saat menjadi narasumber dalam Dialog Luar Studio RRI Pro 1 Makassar yang digelar di Kantor Kelurahan Cambayya, Kecamatan Ujung Tanah, Jalan Barukang Utara, Makassar, Selasa (21/7/2026).

Dialog tersebut turut menghadirkan Camat Ujung Tanah Andi Unru, pengamat kebijakan publik Muhammad Kafrawi Saenong, pemerintah setempat, ketua RT/RW, tokoh masyarakat, serta warga. Acara dipandu penyiar RRI, Fitriyani Rachman.

Krisis Air Bersih Jadi Tantangan Awal

Mengawali pemaparannya, Andi Syahrum menjelaskan dirinya dipercaya memimpin PDAM setelah sebelumnya menjabat sebagai Dewan Pengawas. Tantangan pertama yang dihadapi adalah persoalan distribusi air bersih di sejumlah wilayah Kota Makassar.

“Saat saya mulai menjalankan tugas, persoalan pertama yang harus kami hadapi adalah krisis air bersih di beberapa wilayah. Banyak masyarakat menyampaikan air tidak lagi mengalir, terutama di kawasan utara Kota Makassar,” ujarnya.

Menurut Andi Syahrum, persoalan tersebut tidak bisa terus-menerus disebabkan oleh menurunnya debit air baku. Ia menegaskan, kondisi tersebut harus dijawab dengan solusi nyata.

“Kalau setiap kali masyarakat mengeluh lalu kita hanya mengatakan debit air menurun, padahal saat musim hujan pun air tetap tidak mengalir, tentu itu bukan solusi. Tugas kami adalah mencari jalan keluar agar pelayanan kembali normal,” katanya.

Temukan Pendangkalan Saluran Air Baku

Untuk mengetahui akar persoalan, Andi Syahrum turun langsung menelusuri jalur saluran air baku dari kawasan Lekopancing menuju Panaikang. Dari hasil penelusuran tersebut ditemukan pendangkalan saluran hingga sekitar tiga meter di beberapa titik.

Berdasarkan informasi masyarakat sekitar, saluran air baku tersebut belum pernah dikeruk sejak tahun 1979.

Temuan itu menjadi dasar PDAM Kota Makassar melakukan normalisasi melalui pengerukan saluran yang hingga kini telah berlangsung selama tiga pekan.

“Begitu pengerukan dilakukan, aliran air baku mulai kembali masuk. Ini menjadi salah satu langkah penting untuk memulihkan pasokan air bersih kepada masyarakat,” jelasnya.

Perbaikan Pompa Intake Manggala Tingkatkan Produksi Air

Selain melakukan normalisasi saluran, PDAM juga memperbaiki Pompa Intake Manggala yang mengalami kerusakan sejak Oktober 2025.

Perbaikan dilakukan secara menyeluruh, termasuk pada sistem kelistrikan yang menunjang operasional intake. Pompa Intake Manggala (Moncongloe) mengambil sumber air baku dari Sungai Moncongloe melalui jalur Manggala dan menjadi salah satu penopang utama peningkatan kapasitas produksi air bersih di dua instalasi pengolahan milik Perumda Air Minum Kota Makassar.

“Alhamdulillah, setelah pompa dan instalasi diperbaiki, distribusi air di beberapa wilayah mulai kembali normal,” ujar Andi Syahrum.

Distribusi Air Diperkuat Hingga Wilayah Utara

PDAM juga memperkuat jaringan distribusi melalui penyambungan pipa dari Maccini Sombala menuju kawasan Tallo. Langkah tersebut dilakukan agar suplai air dapat menjangkau wilayah utara yang selama ini menjadi salah satu daerah dengan tantangan distribusi terbesar.

Selain itu, pemantauan terhadap kualitas dan ketersediaan air baku terus dilakukan, termasuk memaksimalkan pemanfaatan Sungai Moncongloe sebagai salah satu sumber utama.

“Kalau debit dari Moncongloe bisa mencapai sekitar 600 liter per detik, saya pastikan distribusi air ke wilayah utara akan jauh lebih baik,” katanya.

Bantah Isu Cadangan Air Hanya 30 Hari

Andi Syahrum juga meluruskan informasi yang sempat beredar mengenai cadangan air PDAM yang disebut hanya mampu bertahan selama 30 hari.

Menurutnya, informasi tersebut tidak tepat karena sumber air baku PDAM berasal dari sungai yang terus dipantau setiap hari, bukan dari cadangan air statis seperti di dalam tangki.

“Cadangan air PDAM itu bukan seperti stok di dalam tangki yang tinggal dihitung harinya. Sumber air baku kami berada di sungai dan terus kami pantau setiap hari,” jelasnya.

Ia menambahkan, saat ini keluhan masyarakat mulai bergeser. Jika sebelumnya didominasi persoalan distribusi air, kini laporan yang banyak diterima berkaitan dengan dugaan pencurian meter air pelanggan.

Siagakan 14 Mobil Tangki Hadapi Kemarau

Usai dialog, Andi Syahrum menegaskan PDAM telah menyiapkan langkah antisipasi apabila musim kemarau berlangsung lebih lama.

Sebanyak 14 unit mobil tangki disiagakan untuk mendistribusikan air bersih kepada pelanggan yang terdampak gangguan layanan. Selain armada milik PDAM, dukungan juga berasal dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan serta armada pemadam kebakaran jika diperlukan.

“Kami sudah menyiapkan mobil tangki untuk mengantisipasi kondisi yang sangat krusial. Prioritas utama tentu pelanggan PDAM yang mengalami gangguan distribusi. Namun apabila masyarakat di luar pelanggan membutuhkan bantuan air bersih melalui koordinasi RT/RW, kami juga akan berupaya membantu sesuai kemampuan yang ada,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemantauan debit air baku dilakukan secara intensif dari pagi hingga malam hari. Sementara itu, pengerukan saluran terus dilanjutkan hingga kedalaman sekitar dua meter dengan panjang pekerjaan mencapai kurang lebih 15 kilometer menuju kawasan Manggala.

Menurutnya, seluruh langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen PDAM Kota Makassar untuk menjaga kontinuitas layanan air bersih sekaligus memperluas pemerataan distribusi ke seluruh wilayah Kota Makassar di tengah ancaman musim kemarau.

Camat Ujung Tanah Apresiasi Kinerja PDAM

Sementara itu, Camat Ujung Tanah, Andi Unru, mengapresiasi berbagai langkah yang dilakukan Perumda Air Minum Kota Makassar dalam meningkatkan pelayanan air bersih kepada masyarakat.

Menurutnya, berbagai upaya yang dilakukan di bawah kepemimpinan Plt Direktur Utama Andi Syahrum mulai menunjukkan hasil, terutama dengan membaiknya distribusi air di sejumlah wilayah yang sebelumnya kerap mengalami gangguan.

“Alhamdulillah, langkah-langkah yang dilakukan Pak Dirut sudah mulai terlihat hasilnya. Beberapa wilayah yang sebelumnya mengalami kendala distribusi kini pelayanannya semakin baik. Harapan kami kondisi ini terus dipertahankan. Kalau nanti ada gangguan lagi, kami akan segera berkoordinasi dan melaporkannya ke PDAM. Kami juga berharap masyarakat ikut mendukung seluruh program penyediaan air bersih agar pelayanan bisa semakin optimal,” ujar Andi Unru. (*)

Banner Sponsor

Iklan