MENITNEWS.CO.ID, KOLAKA — PT Vale Indonesia Tbk menggelar Indonesia Growth Project (IGP) Leaders Forum ke-2 di Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, menjelang dimulainya operasional pabrik High-Pressure Acid Leaching (HPAL).
Forum yang digelar baru-baru ini tersebut menjadi wadah bagi para pemimpin proyek untuk menyatukan visi, memperkuat kolaborasi, mengevaluasi kinerja, serta merumuskan strategi pengembangan bisnis PT Vale di berbagai wilayah operasional.
Kegiatan ini diikuti para pemimpin proyek dari IGP Pomalaa, Bahodopi, Tanamalia, Sorowako Limonite (Sorlim), dan Sorowako.
Selain membahas strategi pengembangan proyek, para peserta juga berdialog dengan Bupati Kolaka serta meninjau langsung progres pembangunan pabrik HPAL di kawasan Indonesia Pomalaa Industrial Park (IPIP)/KNI. Proyek tersebut dikembangkan PT Vale bersama mitra strategis, Huayou.
Chief Project Officer PT Vale Indonesia, Muhammad Asril, mengatakan IGP Leaders Forum merupakan agenda rutin yang digelar setiap enam bulan. Forum tersebut menjadi sarana untuk menyelaraskan arah kebijakan, mengevaluasi kinerja, sekaligus menyusun berbagai inovasi untuk mendukung pertumbuhan perusahaan.
“Forum ini menjadi momentum bagi seluruh leader IGP untuk melakukan evaluasi kinerja, melihat agenda pertumbuhan PT Vale Indonesia saat ini dan ke depan, sekaligus menyusun berbagai perbaikan dan inovasi yang diperlukan,” ujar Asril, Selasa (21/7/2026).

Menurutnya, forum tersebut juga menghadirkan pemangku kepentingan eksternal untuk memberikan perspektif baru kepada para pemimpin proyek di PT Vale Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan pengembangan industri.
Asril mengatakan pelaksanaan IGP Leaders Forum ke-2 memiliki arti penting karena berlangsung menjelang operasional pabrik HPAL di Pomalaa yang dibangun PT Vale bersama Huayou.
“In Syaa Allah, dalam satu hingga dua bulan ke depan, sekitar Agustus atau September, pabrik HPAL bersama mitra kami akan mulai beroperasi. Karena itu, para leader perlu melihat langsung perkembangan proyek, belajar dari proses yang telah berjalan, serta menyiapkan langkah-langkah perbaikan ke depan,” katanya.
Ia menegaskan PT Vale terus berkomitmen membangun budaya kolaborasi, inovasi, dan kepemimpinan yang kuat dalam mendukung keberhasilan proyek-proyek strategis perusahaan.
Komitmen tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat pertumbuhan bisnis PT Vale, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat, menjaga keberlanjutan lingkungan, serta mendukung masa depan industri nikel Indonesia.
Dengan semakin dekatnya operasional pabrik HPAL di Pomalaa, forum tersebut sekaligus menjadi momentum bagi para pemimpin proyek untuk memastikan kesiapan operasional dan memperkuat sinergi dalam menjalankan agenda pertumbuhan PT Vale Indonesia ke depan. (*)

