MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali menegaskan kontribusinya, dalam menghadirkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Melalui kolaborasi dengan Kementerian Pertanian (Kementan), kampus tersebut mulai mendistribusikan Unhas Sprayer-Spreader Drone (USD) ke berbagai daerah di Indonesia sebagai bagian dari upaya mempercepat modernisasi pertanian dan mendukung program swasembada pangan nasional.
Teknologi karya anak bangsa itu merupakan hasil riset Unhas yang dikembangkan sebagai sistem precision agriculture atau pertanian presisi.
Drone tersebut menggabungkan teknologi navigasi berbasis Global Positioning System (GPS) dengan sistem penyemprotan dan penaburan benih secara otomatis, sehingga mampu meningkatkan efisiensi penggunaan benih, mempercepat proses tanam, serta menghasilkan distribusi yang lebih merata dibandingkan metode konvensional.
Kepercayaan Kementerian Pertanian terhadap inovasi tersebut diwujudkan melalui dukungan pengadaan senilai Rp11 miliar. Sebelum didistribusikan, setiap unit drone telah melalui berbagai tahapan pengujian untuk memastikan efektivitas penyemprotan maupun penaburan benih pada beragam karakteristik lahan pertanian.
Pada tahap awal, sebanyak 50 unit Unhas Sprayer-Spreader Drone disiapkan untuk disalurkan ke 46 kabupaten/kota yang tersebar di Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur, hingga Papua.
Sebagai simbol dimulainya distribusi nasional tersebut, Rektor Unhas Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., secara resmi melepas 15 unit drone di Lantai Dasar Gedung Rektorat Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar, Sabtu (25/7/2026).
Rektor yang akrab disapa Prof. JJ itu mengatakan, pengembangan USD menjadi bukti bahwa hasil penelitian perguruan tinggi mampu menjawab kebutuhan nyata sektor pertanian yang terus berkembang.
“Pertanian modern membutuhkan peralatan modern. Teknologi harus hadir sebagai solusi nyata untuk mendukung swasembada pangan. Drone ini bukan lagi sekadar prototipe, tetapi aksi nyata penguatan industri pertanian modern,” ujar Rektor Unhas, Prof. JJ, dikonfirmasi Minggu (26/7/2026).

Menurut Prof JJ, seluruh proses pengembangan drone tersebut merupakan hasil karya peneliti dan inovator dalam negeri, sekaligus menjadi bukti bahwa, Perguruan Tinggi Indonesia seperti Unhas, mampu menghasilkan teknologi strategis yang memiliki daya saing tinggi.
“Ini adalah drone buatan anak bangsa, buatan Unhas. Ini membuktikan anak bangsa mampu mengembangkan teknologi sendiri. Kita ingin membangun kemandirian teknologi sebagai pondasi menuju Indonesia Emas,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Subdirektorat Pengelolaan Inkubator dan Science Techno Park (STP) Unhas sekaligus pengembang USD, Dr. Eng. Andi Amijoyo Mochtar, S.T., M.Sc, menjelaskan bahwa inovasi tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan petani terhadap teknologi penaburan benih yang lebih efisien, presisi, dan mudah dioperasikan.
Ia mengatakan, pengembangan teknologi akan terus dilakukan agar memasuki tahap manufaktur sehingga kapasitas produksi dapat ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan nasional.
“Pengembangan tahun depan akan kita optimalkan masuk ke tahap manufaktur. Identitas drone ini adalah Unhas. Kami membangun komitmen bersama agar inovasi ini terus berkembang melalui kolaborasi berbagai pihak,” jelasnya.
USD dirancang khusus untuk meningkatkan efisiensi budidaya padi. Drone ini dilengkapi tangki benih berkapasitas besar yang mampu menjangkau area tanam luas dengan sistem pengoperasian otomatis dan mudah digunakan, bahkan oleh petani yang tidak memiliki kemampuan teknis khusus.
Dalam proses hilirisasi teknologi, Unhas menggandeng PT Ener Sky Innovation sebagai mitra industri untuk mendukung pengembangan menuju tahap manufaktur sekaligus memperkuat kapasitas produksi.
Pengembangan drone pertanian tersebut juga sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui peningkatan produktivitas pertanian, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penguatan inovasi teknologi dalam negeri, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia industri.
Melalui inovasi ini, Unhas tidak hanya membuktikan bahwa hasil riset mampu keluar dari laboratorium, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi transformasi pertanian Indonesia menuju sistem yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan. (*)

