MENITNEWS.CO.ID, TANGERANG — PT BYD Motor Indonesia terus mempercepat penetrasi di segmen kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV) pasar otomotif Tanah Air. Langkah strategis ini diwujudkan melalui penguatan lini BYD M6 yang kini menawarkan dua opsi teknologi utama, yakni Battery Electric Vehicle (EV) dan Dual Mode (DM). Langkah ini diambil untuk merespons dinamika kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia, khususnya di segmen Multi-Purpose Vehicle (MPV) yang menyumbang lebih dari 30 persen total pasar kendaraan penumpang nasional.
Komitmen tersebut makin dipertegas dalam ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di ICE BSD City, Tangerang. Pada pameran otomotif tahunan ini, BYD meluncurkan generasi terbaru BYD M6 EV yang diproduksi sepenuhnya di dalam negeri. Model teranyar ini dibekali kapasitas baterai 58 kWh pada varian Standard, yang mampu menghembuskan tenaga hingga 150 kW, torsi 310 Nm, serta daya jelajah hingga 450 km. Varian ini ditawarkan dengan harga Rp395.000.000.

President Director PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, menyatakan bahwa Indonesia memegang peranan pivotal dalam strategi global BYD. Kehadiran varian EV dan DM dalam satu lini MPV menjadi jawaban nyata atas tingginya diversifikasi kebutuhan transportasi keluarga di Indonesia. Melalui strategi gabungan ini, konsumen diberikan fleksibilitas penuh untuk memilih jenis penggerak yang paling sesuai dengan pola mobilitas harian mereka.
Senada dengan hal tersebut, Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, menjelaskan bahwa tidak semua konsumen siap beralih secara total ke kendaraan listrik berbasis baterai. Oleh karena itu, hadirnya teknologi Dual Mode yang mengusung konsep Electric-First berfilosofi GASS (Gesit, Adaptif, Senyap, Super Irit) menjadi jembatan ideal bagi pengendara yang membutuhkan fleksibilitas jarak tempuh antarkota tanpa mengubah kebiasaan berkendara.
Secara makro, adopsi kendaraan energi baru di Indonesia mengalami akselerasi signifikan. Sebelum masuknya BYD pada 2024, pangsa pasar mobil listrik di Indonesia berada di bawah 1 persen. Kini, angka adopsi elektrifikasi nasional telah menembus lebih dari 22 persen. Pada semester pertama 2026, gabungan BYD dan DENZA bahkan menguasai sekitar 35 persen pangsa pasar NEV nasional dengan total penjualan melebihi 26.000 unit. Khusus untuk model BYD M6 DM, pemesanan telah melampaui 4.000 unit.
Pencapaian di tingkat domestik ini berjalan beriringan dengan kinerja BYD di panggung global. Sepanjang semester pertama 2026, BYD membukukan volume penjualan global sebanyak 1,8 juta unit NEV, di mana 790 ribu unit di antaranya diserap oleh pasar ekspor ke lebih dari 121 negara. Secara kumulatif, per Juli 2026 BYD resmi mencatatkan rekor sebagai produsen otomotif pertama di dunia yang berhasil memproduksi serta mendistribusikan lebih dari 17 juta unit kendaraan energi baru.
Untuk menopang pertumbuhan yang masif ini, BYD telah memperluas jaringan purna jualnya hingga mencapai lebih dari 100 titik layanan yang tersebar dari wilayah barat hingga timur Indonesia. Selama ajang GIIAS 2026 yang berlangsung pada 30 Juli hingga 9 Agustus 2026 di Hall 10 ICE BSD City, pengunjung dapat mengeksplorasi ekosistem NEV BYD secara langsung melalui area pameran Innovation in Motion, mencakup fasilitas GASS Simulator, kolaborasi khusus unit BYD ATTO 1 bersama Minions, penayangan display khusus BYD M6 DM x Manchester City, hingga penyegaran warna Lavender Grey pada BYD Seal (Rp869.000.000) dan BYD Sealion 7 (Rp879.000.000).

