DPRD Pangkep Kunker ke Takalar, Pelajari Pengelolaan Wisata Bahari Untuk Tingkatkan PAD Kepulauan

MENITNEWS.CO.ID, PANGKEP — DPRD Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) terus berupaya mencari formulasi terbaik untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Salah satunya melalui kunjungan kerja (kunker) ke DPRD Kabupaten Takalar guna mempelajari strategi pengelolaan keuangan daerah dan pengembangan sektor pariwisata berbasis kepulauan.

Kunjungan yang berlangsung baru-baru ini diikuti anggota Komisi I dan Komisi II DPRD Pangkep. Rombongan dipimpin H. Ikhsan Baharuddin dari Fraksi Partai NasDem, didampingi Abdul Rahman dari Komisi I, Rahmat Irsanullah dari Komisi II, serta anggota DPRD Fraksi Golkar, Muhtar Sali.

Rombongan DPRD Pangkep diterima langsung oleh Wakil Ketua DPRD Takalar, Fadel Achmad dari Fraksi NasDem, bersama dua anggota DPRD Takalar, yakni Hilal Hamzah dari Fraksi PKB dan Syamsuddin Dg. Serang dari Fraksi PDI Perjuangan.

Anggota DPRD Pangkep, H. Ikhsan Baharuddin, mengatakan kunjungan tersebut dilakukan karena Takalar memiliki karakteristik wilayah yang hampir sama dengan Pangkep.

Kedua daerah sama-sama memiliki kawasan kepulauan di Selat Makassar yang menyimpan potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata bahari.

Menurutnya, pengalaman Takalar dalam mengelola sektor pariwisata kepulauan dapat menjadi referensi penting bagi Pangkep untuk meningkatkan kontribusi sektor wisata terhadap PAD.

“Kabupaten Pangkep dan Takalar ini punya kemiripan geografis, sama-sama memiliki gugusan pulau yang indah di Selat Makassar. Lewat kunjungan kerja ini, kami ingin mendalami bagaimana Pemkab Takalar mengemas potensi bahari mereka seperti di Kepulauan Tanakeke maupun Pulau Sanrobengi, sehingga mampu menjadi sumber PAD yang optimal,” ujar Anggota DPRD Pangkep, Ikhsan Baharuddin saat dikonfirmasi, Kamis (30/7/2026).

Anggota DPRD Pangkep ini menambahkan, keberhasilan pengembangan wisata tidak hanya bergantung pada potensi alam, tetapi juga pada regulasi, tata kelola, serta keterlibatan masyarakat dalam pengelolaannya.

“Kunci utamanya ada pada skema regulasi, tata kelola keuangan, serta integrasi antara pemberdayaan masyarakat lokal dan promosi wisata. Pembelajaran yang kami dapatkan ini akan menjadi bahan evaluasi penting untuk kita formulasikan dan terapkan di Pangkep,” lanjutnya.

Dalam kunjungan tersebut, DPRD Pangkep juga mempelajari sejumlah kebijakan yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Takalar dalam mengembangkan destinasi wisata bahari secara terpadu.

Takalar diketahui memiliki sejumlah destinasi unggulan yang menjadi daya tarik wisatawan, di antaranya Gugus Kepulauan Tanakeke yang kini menjadi kecamatan tersendiri.

Kawasan tersebut menawarkan pesona ekowisata bahari melalui Pulau Dayang-Dayangan dan Pulau Tanakeke.

Selain itu, terdapat Pulau Sanrobengi di Kecamatan Galesong yang dikenal sebagai destinasi wisata dengan hamparan pasir putih serta kawasan ekowisata pelepasan burung yang menjadi salah satu ikon wisata bahari Kabupaten Takalar.

Melalui hasil kunjungan kerja ini, DPRD Pangkep berharap berbagai inovasi kebijakan dan tata kelola pariwisata berbasis kepulauan yang diterapkan di Takalar dapat diadaptasi sesuai dengan karakteristik daerah.

Langkah DPRD Pangkep tersebut, diharapkan mampu mendorong pengembangan sektor pariwisata secara berkelanjutan sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pangkep di masa mendatang. (*)

Banner Sponsor

Iklan