MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Dini hari yang tenang di kawasan pemukiman padat penduduk Jalan Sultan Abdullah II, Kelurahan Tallo, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, mendadak mencekam pada Jumat (31/7/2026). Musibah kebakaran hebat melahap puluhan hunian warga sekitar pukul 01.47 WITA, memaksa ratusan jiwa kehilangan tempat tinggal dalam sekejap.
Menyikapi insiden tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar langsung bergerak cepat menerjunkan tim ke lokasi kejadian. Langkah ini dilakukan guna menyelenggarakan asesmen menyeluruh sekaligus menyalurkan penanganan darurat bagi para korban terdampak.
Berdasarkan pendataan awal di lapangan, kobaran api menyasar sedikitnya 56 unit rumah warga yang mayoritas berstruktur semi permanen. Sebaran area terdampak mencakup dua wilayah, yakni 21 unit rumah di RT 04/RW 04 serta 35 unit rumah di wilayah RT 05.
Dampak kerusakan bangunan terbilang cukup parah. Sebanyak 17 unit rumah dilaporkan mengalami rusak berat akibat si jago merah, sedangkan sisanya menderita kerusakan dalam kategori sedang hingga ringan.
Secara keseluruhan, peristiwa mengenaskan ini berdampak langsung pada kehidupan 105 kepala keluarga atau setara dengan 235 jiwa. Selain kerugian materiil, musibah ini mengakibatkan satu orang warga mengalami luka ringan. Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan intensif guna memastikan penyebab pasti munculnya api, meski dugaan sementara mengarah pada masalah korsleting listrik.
Upaya penjinakan api melibat tim gabungan lintas instansi skala besar. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Makassar memimpin proses pemadaman dengan menurunkan kurang lebih 50 unit armada pemadam. Kerja keras personel pemadam di lapangan turut dibantu oleh petugas BPBD Kota Makassar, aparat TNI, serta kepolisian setempat.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Dr. H. M. Fadli Tahar, S.E., M.M., menegaskan bahwa jajarannya langsung mengalihkan fokus pada fase tanggap darurat begitu kobaran api berhasil dipadamkan secara total.
Fadli menjelaskan, ketika proses pemadaman usai, saat itulah BPBD mengambil alih penuh manajemen penanganan pascabencana. Prioritas utama instansinya saat ini meliputi pemenuhan kebutuhan dasar warga, validasi data kerusakan, hingga persiapan skema rehabilitasi dan rekonstruksi agar masyarakat dapat segera memulihkan kehidupannya.
Personel BPBD kini telah disebar di seluruh titik terdampak untuk memverifikasi data korban serta mendata keperluan mendesak yang sangat dibutuhkan warga. Dari inventarisasi sementara, bantuan logistik prioritas yang mendesak disalurkan mencakup terpal, tenda darurat, baby kit, family kit, perlengkapan pertolongan pertama (P3K), selimut, pakaian layak pakai, serta pasokan bahan pokok.
Di samping pemenuhan bantuan fisik, BPBD Kota Makassar turut merancang program perbaikan rumah korban berdasarkan hasil asesmen akhir. Pendampingan psikososial atau trauma healing juga disiapkan khusus untuk memulihkan kondisi mental warga, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
BPBD mengingatkan bahwa data jumlah kerusakan bangunan maupun kebutuhan logistik korban masih bersifat dinamis dan berpotensi berubah seiring proses verifikasi yang masih berjalan. Pihaknya mengimbau masyarakat luas untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran, khususnya memeriksa kelayakan instalasi listrik rumah tangga secara berkala dan segera melapor ke kontak darurat jika menemukan potensi bahaya. (*)

