MENITNEWS.CO.ID, OHIO – Mantan pemain bertahan (cornerback) tim sepak bola Ohio State, Marcus Williamson, resmi dijatuhi hukuman atas kasus perampokan bank berantai di wilayah Franklin County, Ohio. Putusan persidangan yang digelar pada Kamis waktu setempat tersebut menetapkan hukuman percobaan bagi pria berusia 26 tahun tersebut.
Williamson sebelumnya telah mengakui kesalahannya atas sembilan dakwaan kejahatan. Kesepakatan pengakuan bersalah ini mencakup lima dakwaan perampokan tingkat dua dan empat dakwaan perampokan tingkat tiga.
Atas pengakuan tersebut, hakim memutuskan untuk memberikan hukuman cadangan yang membuat Williamson terbebas dari hukuman penjara langsung. Putusan ini juga menggugurkan 16 tuduhan perampokan dan pencurian lainnya yang sempat disangkakan kepada dirinya.
Rangkaian aksi kejahatan yang dilakukan pria asal Westerville ini berlangsung sepanjang 7 Maret hingga 24 April 2024. Dalam kurun waktu tersebut, ia diduga melancarkan sembilan aksi perampokan bank di dalam dan sekitar area Columbus.
Berdasarkan dokumen pengadilan, modul operasional yang digunakan Williamson adalah menyerahkan secarik kertas berisi ancaman dan permintaan uang kepada teller bank. Dalam pesan tersebut, ia mengaku mengantongi senjata api sebelum akhirnya melarikan diri menggunakan mobil Jeep berwarna biru.
Aksi perampokan terakhirnya terjadi di First Merchant’s Bank yang berlokasi di North High Street, kawasan Sharon Heights. Petugas kepolisian yang telah mengintai berhasil memergoki aksi tersebut dan menangkap Williamson tanpa perlawanan, sekaligus menyita kembali uang tunai hasil kejahatan.
Dalam persidangan, pengacara Williamson memohon agar kliennya diberikan hukuman percobaan dan kesempatan menjalani rehabilitasi. Williamson sendiri membacakan pernyataan tertulis yang berisi penyesalan mendalam dan rasa bersalah atas perbuatannya.
Di sisi lain, jaksa penuntut umum bersama para korban mendesak hakim memberikan hukuman penjara mengingat aksi kejahatan ini dilakukan secara berulang. Jaksa juga mengungkit rekam jejak kriminal Williamson yang pernah terlibat kasus perampokan di Tennessee.
Hakim Sheryl Munson akhirnya memutuskan agar Williamson menjalani masa percobaan selama empat tahun. Namun, ia terancam hukuman penjara selama 19 hingga 21,5 tahun jika terbukti melanggar syarat-syarat yang telah ditentukan selama masa percobaan.
Rincian hukuman penjara berurutan yang membayanginya mencakup 3 hingga 4,5 tahun untuk dua dakwaan perampokan pertama, tiga tahun untuk setiap kejahatan tingkat dua sisanya, serta tambahan satu tahun untuk masing-masing kejahatan tingkat tiga. Williamson juga wajib menjalani pengawasan masyarakat selama empat tahun pascabebas dari penjara jika hukuman tersebut kelak dieksekusi.
Hakim Munson mempertimbangkan fakta bahwa Williamson menunjukkan perilaku baik dan tidak membuat kerusuhan selama berada di dalam tahanan. Oleh karena itu, Munson memerintahkan Williamson menyelesaikan program kesehatan mental khusus di bawah pengawasan tahanan rumah dengan pelacak GPS.
Selain itu, Williamson dilarang keras memasuki area bank mana pun dalam jangka waktu yang belum ditentukan. Ia juga diwajibkan membayar uang ganti rugi dengan nilai total lebih dari $14.000.
Secara rekam jejak olahraga, Williamson tercatat memperkuat tim Buckeyes dalam 47 pertandingan usai menimba ilmu di Westerville Central High School dan IMG Academy Florida. Ia berhasil menyelesaikan studinya di Ohio State dan meraih gelar sarjana di bidang sejarah.
Satu tahun pascalulus, ia sempat tersandung kasus perampokan dan penculikan di Memphis, Tennessee. Seorang korban perempuan mengidentifikasi Williamson sebagai pelaku yang mengancamnya dengan senjata api serta memaksanya mengemudi ke ATM untuk mengambil uang senilai $500. Meski demikian, rincian hasil putusan persidangan kasus di Tennessee tersebut tidak dipublikasikan secara daring. (*)

