Pembukaan MTQ VIII KORPRI Nasional Bakal Dihadiri Presiden, Pemkot Makassar Perkuat Persiapan

MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar  mematangkan persiapan sebagai salah satu tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) VIII KORPRI Tingkat Nasional yang akan digelar di Sulawesi Selatan pada 24-30 Agustus 2026.

Persiapan tersebut dibahas dalam rapat pemantapan yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Andi Zulkifly, di Ruang Rapat Sekda, Kantor Balai Kota Makassar, Selasa (11/8/2026).

Dalam rapat itu, Andi Zulkifly menekankan pentingnya kesiapan seluruh perangkat daerah yang terlibat. Pasalnya, Makassar akan menjadi lokasi pembukaan MTQ VIII KORPRI Tingkat Nasional.

Ketua KORPRI Kota Makassar itu menyebut pembukaan MTQ VIII KORPRI Nasional berpotensi dihadiri pejabat negara, termasuk Presiden Prabowo Subianto. Jika Presiden berhalangan, agenda tersebut dapat dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka atau menteri.

Meski kehadiran pejabat negara tersebut masih menunggu kepastian, Andi Zulkifly meminta seluruh panitia menyiapkan penyelenggaraan secara maksimal.

Baca Juga : Sekda Makassar Perkuat Koordinasi Dengan BPJS Kesehatan, Kepesertaan JKN Kota Makassar Capai 99,60 Persen

“Ini adalah kegiatan tingkat nasional. Kita sebagai tuan rumah di Kota Makassar harus mempersiapkan acara sebaik mungkin. Pembukaan ini bisa saja dihadiri Presiden, Wakil Presiden, atau setingkat menteri. Memang belum ada kepastian, tetapi tidak ada salahnya kita mempersiapkan semuanya secara maksimal,” ujar Andi Zulkifly.

Andi Zulkifly menjelaskan, MTQ VIII KORPRI Tingkat Nasional melibatkan dua daerah sebagai tuan rumah, yakni Kota Makassar dan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep).

Makassar akan menjadi lokasi pembukaan, sementara penutupan dijadwalkan berlangsung di Pangkep. Sejumlah cabang perlombaan juga akan digelar di beberapa lokasi di Makassar, termasuk kawasan Karebosi dan Asrama Haji.

Karena cakupan kegiatan berskala nasional, Andi Zulkifly meminta seluruh kepala perangkat daerah yang telah ditunjuk sebagai bagian dari kepanitiaan aktif mengikuti rapat dan memastikan tugas masing-masing berjalan sesuai tanggung jawab.

Menurut dia, keterlibatan setiap perangkat daerah bukan sekadar tugas kepanitiaan, tetapi juga bentuk kontribusi aparatur pemerintah dalam menyukseskan agenda nasional yang digelar di Sulawesi Selatan.

“Ini bukan kegiatan biasa. Kita mengikuti kegiatan tingkat nasional. Karena itu, saya berharap kita semua lebih termotivasi untuk mempersiapkan dan menyukseskan acara ini,” katanya.

Dalam rapat tersebut, Pemkot Makassar membagi sejumlah tugas kepada perangkat daerah untuk memastikan pelaksanaan kegiatan berjalan aman dan lancar.

Dinas Kesehatan bersama rumah sakit daerah diminta menyiapkan tenaga kesehatan dan ambulans di lokasi kegiatan. Layanan pemeriksaan kesehatan gratis juga akan disiapkan di sejumlah titik.

Sementara itu, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bertanggung jawab terhadap pengamanan di lokasi pembukaan dan perlombaan. Pengamanan akan dikoordinasikan bersama unsur Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan kepolisian.

Dinas Pariwisata mendapat tugas menyiapkan pertunjukan tari dan musik, termasuk penampilan dalam rangkaian penyambutan peserta. Dinas tersebut juga diminta memperkuat promosi kegiatan di hotel, restoran, serta sejumlah destinasi wisata di Kota Makassar.

Dinas Perhubungan bertugas menyiapkan rekayasa lalu lintas, jalur evakuasi, serta mendukung kebutuhan genset di lokasi kegiatan.

Adapun Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) diminta mendukung publikasi melalui media luar ruang, seperti videotron dan papan reklame, mulai dari kawasan bandara hingga sejumlah titik strategis di Kota Makassar.

Aspek kebersihan juga menjadi perhatian dalam persiapan MTQ VIII KORPRI Nasional. Sejumlah kecamatan diminta membagi wilayah kerja secara jelas di sekitar lokasi kegiatan.

Petugas kebersihan diminta melakukan pemantauan selama kegiatan berlangsung dan tidak hanya bekerja setelah acara selesai. Langkah tersebut dinilai penting karena MTQ diperkirakan menghadirkan banyak peserta, tamu, serta pelaku UMKM.

Andi Zulkifly meminta pengelolaan sampah dilakukan sejak kegiatan dimulai. Tempat atau kantong sampah harus tersedia dan sampah dipilah sebelum segera diangkut.

“Jangan sampai petugas kebersihan baru datang setelah acara selesai. Petugas harus bergerak selama kegiatan berlangsung. Masing-masing wilayah harus punya tanggung jawab dan kantong sampah yang disiapkan. Sampah juga harus dipilah dan segera diangkut,” tegasnya.

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Makassar juga diminta menyiapkan strategi publikasi untuk meningkatkan gaung MTQ VIII KORPRI Nasional.

Publikasi akan dilakukan melalui berbagai kanal, mulai dari media cetak, media daring, televisi, radio, media sosial, hingga siaran langsung.

Sejumlah media nasional dan lokal akan dilibatkan untuk meliput rangkaian kegiatan, terutama agenda pembukaan MTQ VIII KORPRI Nasional di Makassar.

Diskominfo juga diminta berkoordinasi dengan event organizer (EO) untuk menyusun materi publikasi, jadwal peliputan, serta kebutuhan akses media selama kegiatan berlangsung.

Selain teknis penyelenggaraan, rapat membahas kesiapan keamanan dan rekayasa lalu lintas. Dinas Perhubungan diminta menyiapkan skenario pengaturan arus kendaraan di sejumlah ruas jalan utama yang berpotensi terdampak kegiatan, termasuk Jalan Ahmad Yani dan Jalan Nusantara.

Andi Zulkifly juga meminta koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terkait pengamanan dilakukan sejak awal, terutama apabila terdapat agenda khusus yang melibatkan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).

Baca Juga : Sekda Memimpin Rapat Koordinasi Persiapan HUT Ke-81 RI di Makassar

Ia meminta perangkat daerah yang berkaitan dengan keamanan dan pelayanan, seperti Dinas Perhubungan, Satpol PP, pemadam kebakaran, Dinas Kesehatan, protokol, dan EO, ikut dilibatkan dalam rapat koordinasi pengamanan.

“Kalau ada rapat khusus mengenai pengamanan, saya minta perangkat daerah terkait seperti perhubungan, Satpol PP, pemadam kebakaran, kesehatan, protokol, dan EO juga dilibatkan. Koordinasinya harus jelas supaya ketika ada perubahan situasi, kita bisa cepat beradaptasi,” ujarnya.

Menurutnya, koordinasi lintas sektor penting untuk mencegah perubahan pola pengamanan secara mendadak yang berpotensi mengganggu kesiapan teknis di lapangan.

“Yang paling penting adalah koordinasi. Kalau ada rapat dengan provinsi terkait keamanan dan ketertiban, perangkat daerah yang berkaitan harus diundang. Kita harus satu komando dan memiliki pemahaman yang sama,” katanya.

Rapat tersebut dihadiri jajaran perangkat daerah, panitia pelaksana, serta event organizer yang menangani rangkaian MTQ VIII KORPRI Tingkat Nasional.

Andi Zulkifly berharap seluruh perangkat daerah menjalankan tugas sesuai pembagian tanggung jawab dan terus menjaga koordinasi hingga seluruh rangkaian kegiatan berakhir.

“Kita ingin sebagai tuan rumah memberikan pelayanan dan penyelenggaraan yang terbaik. Ini membawa nama Kota Makassar, sehingga seluruh persiapan harus dilakukan dengan serius,” pungkasnya. (*)

Banner Sponsor

Iklan