MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Konsorsium Perguruan Tinggi Negeri Kawasan Timur Indonesia (KPTN-KTI) menggelar Rapat Kerja (Raker) 2026 di Hotel Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (19/8/2026). Pertemuan ini menjadi momentum strategis bagi pimpinan kampus di wilayah timur untuk merumuskan arah pengembangan pendidikan tinggi sekaligus memperkecil ketimpangan kualitas dengan wilayah barat Indonesia.
Ketua KPTN-KTI Prof Fredy Leiwakabessy menegaskan pentingnya pembenahan sumber daya manusia (SDM) di tengah melimpahnya potensi alam. Ia menilai, kawasan timur memiliki peran sentral bagi arah pembangunan nasional di masa depan.
“Kawasan timur ini menjadi masa depan Indonesia, kekayaan sumber daya alam (SDA) yang melimpah, tapi sumber daya manusia (SDM) masih terbatas. Dengan begitu, perlu kita perjuangkan sama-sama Indonesia Timur,” ujar Rektor Universitas Pattimura (Unpatti) tersebut dalam pembukaan Raker.
Prof Fredy mengakui bahwa kualitas perguruan tinggi di kawasan timur saat ini masih tertinggal jika dibandingkan dengan institusi di Pulau Jawa. Oleh karena itu, sinergi antar-kampus diperlukan agar PTN di wilayah timur mampu berdiri sejajar dengan perguruan tinggi di Indonesia Barat.

Raker KPTN-KTI 2026 ini dihadiri oleh 17 rektor dari total 47 perguruan tinggi yang tergabung dalam konsorsium. Keterbatasan anggaran menjadi kendala utama yang menyebabkan sejumlah pimpinan kampus berhalangan hadir.
“Kondisi di kampus Indonesia timur sakit banget. Mungkin ini kita rasakan semua,” ungkap Prof Fredy menggambarkan tantangan finansial yang dihadapi perguruan tinggi di kawasan tersebut.
Tantangan tersebut mendapat perhatian dari Anggota Komisi XI DPR RI Kamrussamad yang turut hadir dalam agenda ini. Ia mengapresiasi kegigihan para rektor di KTI dan mendorong terciptanya kerja sama erat antara pemerintah, sektor industri, dan akademisi yang diinisiasi dari wilayah timur.
Baca juga: Pengabdian 40 Hari Tuntas, 327 Mahasiswa KKN Unhas Gelombang 116 Resmi Ditarik dari Kabupaten Maros
Dukungan serupa disampaikan Deputi Bidang Fasilitasi Penerapan dan Transformasi Hilirisasi Industri Mineral Badan Industri Mineral (BIM) Agung Budiwibomo. Ia berharap Raker KPTN-KTI mampu memacu pembinaan talenta muda di kampus-kampus timur demi menyokong program hilirisasi mineral nasional.
“Ini bagian dari pengembangan talenta untuk mendukung hilirisasi industri mineral. Mudah-mudahan nanti terwujud,” kata Agung.
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina KPTN-KTI Prof Jamaluddin Jompa menyampaikan bahwa melimpahnya kekayaan alam di kawasan timur harus ditangkap sebagai peluang melalui kolaborasi lintas sektor. Rektor Unhas yang akrab disapa Prof JJ ini menekankan pentingnya menyiapkan SDM yang adaptif terhadap perkembangan teknologi modern.
“Kita bersatu seluruh komponen anak bangsa, mulai perguruan tinggi, DPR, pemerintah, bahkan juga tentu industri-industri. Dan tentu tidak boleh hanya semangat, kami akan berusaha di perguruan tinggi khususnya di kawasan timur, bagaimana SDM kita siapkan untuk menjadi tuan rumah di negeri sendiri, bisa menguasai teknologi yang saat ini Indonesia belum punya, kita harus terima kenyataannya, kita on the way ke sana,” terang Prof JJ.
Ia menegaskan, penguatan riset dan SDM di kawasan timur dapat menjadi batu pijakan utama bagi Indonesia menuju status negara maju. Kendala efisiensi anggaran di lingkungan perguruan tinggi diharapkan tidak menciutkan langkah dalam mencetak generasi unggul.
“Tapi, kita akan berusaha dengan apa pun yang ada dan saya yakin pemerintah akan berusaha semaksimal mungkin untuk membantu,” pungkasnya. (*)

