MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Unit Usaha Syariah (UUS) Bank Sulselbar atau Bank Sulselbar Syariah membukukan laba bersih sebesar Rp51,73 miliar pada semester I/2026.
Perolehan tersebut tumbuh 7,93% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp47,93 miliar.
Kinerja positif tersebut tercermin dalam laporan keuangan Bank Sulselbar yang dipublikasikan pada salah satu media nasional edisi Rabu (26/8/2026).
Pertumbuhan laba Bank Sulselbar Syariah terutama ditopang oleh peningkatan pendapatan setelah distribusi bagi hasil. Pos tersebut tercatat mencapai Rp88,69 miliar hingga Juni 2026, melonjak 32,12% YoY dibandingkan Rp67,13 miliar pada semester I/2025.
Selain pendapatan setelah distribusi bagi hasil, pendapatan komisi dan pendapatan lainnya turut memberikan kontribusi terhadap kinerja UUS Bank Sulselbar.
Hingga Juni 2026, pendapatan komisi Bank Sulselbar Syariah tercatat sebesar Rp1,25 miliar, meningkat 13,82% YoY.
Sementara itu, pendapatan lainnya tumbuh 18,05% YoY, dari Rp7,70 miliar pada semester I/2025 menjadi Rp9,09 miliar pada semester I/2026.
Peningkatan sejumlah sumber pendapatan tersebut turut mendorong laba operasional Bank Sulselbar Syariah. Hingga semester I/2026, laba operasional tercatat sebesar Rp52,00 miliar, tumbuh 8,08% YoY dibandingkan Rp48,11 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Di sisi lain, bank mencatatkan rugi nonoperasional sebesar Rp266 juta hingga Juni 2026.
Dari sisi intermediasi, Bank Sulselbar Syariah menunjukkan pertumbuhan pembiayaan yang cukup kuat. Total pembiayaan yang disalurkan hingga Juni 2026 mencapai Rp550,29 miliar.
Nilai tersebut meningkat 35,23% YoY dibandingkan pembiayaan pada periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp406,92 miliar.
Pertumbuhan juga tercatat pada total aset. Hingga akhir Juni 2026, total aset Bank Sulselbar Syariah mencapai Rp4,84 triliun, meningkat 51,55% YoY.
Pertumbuhan kinerja juga terlihat dari penghimpunan dana masyarakat. Dana simpanan wadiah hingga Juni 2026 tercatat sebesar Rp922,33 miliar, meningkat 22,25% YoY dari Rp754,44 miliar pada Juni 2025.
Sementara itu, dana investasi nonprofit sharing mengalami pertumbuhan yang jauh lebih signifikan. Hingga akhir Juni 2026, dana tersebut mencapai Rp2,08 triliun, atau tumbuh 172,59% YoY.
Pertumbuhan penghimpunan dana tersebut menjadi salah satu indikator meningkatnya aktivitas bisnis Bank Sulselbar Syariah sepanjang semester pertama 2026.
Meski mencatat pertumbuhan laba, aset, pembiayaan, dan dana pihak terkait, kualitas aset Bank Sulselbar Syariah perlu menjadi perhatian.
Hingga semester I/2026, NPF gross tercatat sebesar 8,51%, meningkat dibandingkan posisi semester I/2025 yang berada di level 4,78%.
Kenaikan juga terjadi pada NPF net, dari 2,47% pada semester I/2025 menjadi 5,85% pada semester I/2026.
Dengan demikian, kinerja Bank Sulselbar Syariah pada semester I/2026 menunjukkan pertumbuhan positif dari sisi profitabilitas, pembiayaan, aset, serta penghimpunan dana.
Namun, peningkatan rasio pembiayaan bermasalah menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan oleh Bank Sulselbar, dalam menjaga kualitas pertumbuhan bisnis syariah ke depan. (Adv)


