Bank Sulselbar Buka 570 Rekening SimPel Untuk Siswa Sekolah Rakyat, Dorong Budaya Menabung Sejak Dini

MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Bank Sulselbar memperkuat perannya dalam mendorong literasi dan inklusi keuangan generasi muda melalui pembukaan rekening Simpanan Pelajar (SimPel) bagi 570 siswa Sekolah Rakyat di Kota Makassar.

Program tersebut menjadi bagian dari Puncak Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2026 yang digelar di Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 (SRT 3) Provinsi Sulawesi Selatan, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, baru-baru ini.

Sebanyak 570 siswa dari tiga Sekolah Rakyat di Kota Makassar mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berasal dari SRT 3 Sulsel, Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 23 Makassar, dan SRMP 26 Makassar.

Kehadiran Bank Sulselbar dalam kegiatan tersebut tidak hanya melalui pembukaan rekening SimPel iB, tetapi juga memberikan edukasi kepada pelajar mengenai pentingnya menabung serta penggunaan produk dan layanan perbankan yang aman dan legal.

Corporate Secretary Bank Sulselbar, Hartani Djurnie, mengatakan edukasi keuangan kepada pelajar merupakan bagian penting dari upaya membangun kebiasaan finansial yang sehat sejak usia sekolah.

Menurutnya, budaya menabung perlu diperkenalkan melalui praktik sederhana dan dilakukan secara konsisten agar pelajar terbiasa mengelola uang secara bertanggung jawab.

“Bank Sulselbar berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan literasi dan inklusi keuangan, khususnya bagi generasi muda. Melalui rekening SimPel, kami ingin memberikan pengalaman langsung kepada siswa untuk mulai mengenal dan membangun kebiasaan menabung sejak dini,” ujar Hartani, Minggu (30/8/2026).

Ia menambahkan, pembukaan rekening SimPel diharapkan tidak berhenti pada kepemilikan rekening, tetapi dapat menjadi awal dari pembentukan kebiasaan finansial yang baik.

“Yang ingin dibangun bukan hanya akses terhadap produk perbankan, tetapi juga pemahaman dan kebiasaan dalam mengelola keuangan. Kami berharap para siswa dapat belajar menyisihkan uang secara rutin, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta memahami pentingnya merencanakan keuangan sejak dini,” katanya.

Hartani menegaskan Bank Sulselbar akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemangku kepentingan dalam memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat, termasuk kelompok pelajar.

“Kolaborasi dengan OJK dan LPS seperti ini sangat penting karena literasi dan inklusi keuangan harus berjalan beriringan. Masyarakat perlu memiliki akses terhadap layanan keuangan sekaligus memahami cara menggunakannya secara aman dan bijak,” ujarnya.

Baca Juga : Waspada Penipuan! Bank Sulselbar Tegaskan Iklan Program Palsu Beredar di Medsos

Kegiatan Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan 2026 tersebut dibuka Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan Abdul Malik Faisal yang mewakili Gubernur Sulawesi Selatan.

Turut hadir Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat Moch. Muchlasin, Direktur Utama Bank Sulselbar Yulis Suandi, serta Deputi Kepala Perwakilan LPS III Sulampua Prayitno Amigoro.

Dalam sambutan Gubernur Sulawesi Selatan yang disampaikan Abdul Malik Faisal, pemerintah provinsi mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya mempersiapkan generasi muda yang mandiri dan bijak dalam mengelola keuangan.

Penguatan literasi dan inklusi keuangan dinilai penting agar generasi muda memiliki kemampuan mengambil keputusan finansial secara tepat.

Kepala OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin mengatakan, budaya menabung perlu dibangun sejak dini dan dapat dimulai dari nominal yang sederhana.

“Menabung tidak harus menunggu memiliki uang dalam jumlah besar. Kebiasaan ini dapat dimulai dari hal-hal kecil, seperti menyisihkan sebagian uang saku atau uang jajan secara rutin,” ujar Muchlasin saat dikonfirmasi, Minggu (30/8/2026).

Menurutnya, nominal bukan menjadi ukuran utama dalam membangun kebiasaan menabung. Konsistensi dan kedisiplinan menjadi faktor yang lebih penting.

“Yang terpenting bukan seberapa besar uang yang ditabung, tetapi kebiasaan dan kedisiplinan untuk menyisihkan sebagian uang secara konsisten,” katanya.

Muchlasin menilai kebiasaan menabung dapat menjadi salah satu bekal penting bagi generasi muda untuk belajar mengelola keuangan sekaligus mempersiapkan masa depan.

Dorongan peningkatan literasi keuangan pelajar juga mengacu pada hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026.

Berdasarkan survei tersebut, indeks literasi keuangan masyarakat kelompok umur 15-17 tahun tercatat sebesar 56,04 persen. Sementara itu, indeks inklusi keuangan kelompok pelajar/mahasiswa mencapai 89,13 persen.

Data tersebut menunjukkan masih adanya kesenjangan antara akses terhadap produk dan layanan keuangan dengan tingkat pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan tersebut.

Karena itu, edukasi keuangan sejak usia sekolah menjadi semakin penting. Pelajar tidak hanya perlu mengenal produk perbankan, tetapi juga memahami cara mengelola uang secara bijak dan bertanggung jawab.

Baca Juga : Bank Sulselbar Cetak Laba Rp308,39 Miliar Semester I 2026, Tumbuh 24,59 Persen

Pelajar perlu dibekali kemampuan membedakan kebutuhan dan keinginan, menentukan skala prioritas, menyisihkan uang untuk tabungan, serta mengenali produk dan layanan keuangan yang resmi dan berizin.

Dalam kegiatan tersebut, OJK memberikan edukasi mengenai pengelolaan keuangan sejak dini dan pentingnya membangun kebiasaan finansial yang sehat. Sementara LPS memberikan pemahaman mengenai pentingnya menabung serta aspek keamanan dan penjaminan simpanan di perbankan.

Bank Sulselbar melengkapi edukasi tersebut dengan memberikan akses langsung kepada para siswa melalui pembukaan Rekening SimPel iB.

Langkah ini menjadi bentuk nyata kolaborasi antara regulator, industri perbankan, dan lembaga penjamin simpanan dalam memperluas inklusi keuangan sekaligus meningkatkan pemahaman finansial generasi muda.

Melalui momentum Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan 2026, sinergi OJK, Bank Sulselbar, dan LPS diharapkan dapat mendorong semakin banyak pelajar membangun kebiasaan menabung sejak dini.

Bagi Bank Sulselbar, penguatan literasi dan inklusi keuangan pelajar menjadi bagian dari upaya menghadirkan akses perbankan yang lebih dekat dengan masyarakat sekaligus membentuk generasi muda yang cerdas, mandiri, dan bijak dalam mengelola keuangan. (Adv)

Saluran Whatsapp Kami

Iklan