MENITNEWS.CO.ID, JAKARTA – Sumbatan pada pembuluh darah jantung tidak pernah terjadi secara mendadak. Kondisi medis ini umumnya diawali oleh pembentukan plak yang berlangsung secara bertahap melalui proses aterosklerosis. Penebalan dinding arteri tersebut dipicu oleh timbunan lemak, kolesterol, dan zat lain yang membawa oksigen serta nutrisi dari organ jantung ke seluruh tubuh.
Praktisi kesehatan dr. Maya Munigar Apandi, SpJP(K) menjelaskan bahwa kalsium yang terkait dengan penyakit kardiovaskular berbeda dari kalsium ion atau elektrolit dalam pemeriksaan darah. Kadar kalsium jantung merujuk pada deposit yang terbentuk di dalam dinding pembuluh darah akibat proses aterosklerosis.
Baca juga: PT Vale Indonesia dan Pemkab Kolaka Perkuat Kompetensi Tenaga Medis, 33 Nakes Ikuti Pelatihan BTCLS
Timbunan kalsium tersebut akan bereaksi bersama komponen lemak dan zat lainnya hingga membentuk plak secara bertahap. Kerak kalsium inilah yang berisiko menjadi penyebab utama penyumbatan pembuluh darah.
Guna mengukur tingkat keparahan penumpukan tersebut, pasien dapat menjalani pemeriksaan CT Calcium Score. Besarnya skor yang didapatkan akan menggambarkan durasi serta tingkat risiko penyakit kardiovaskular yang ditanggung oleh pasien.
Baca juga: Tiga Kebiasaan Sepele yang Wajib Dihentikan demi Mencegah Stroke
Skor yang terdeteksi rendah pada kisaran angka 1 hingga 10 menandakan bahwa penumpukan kalsium masih tergolong minimal dan baru dimulai. Sebaliknya, angka skor yang semakin tinggi mengindikasikan proses penumpukan kalsium telah berlangsung cukup lama.
Proses pembentukan plak kalsium yang masif ini sangat dipengaruhi oleh kebiasaan sehari-hari. Salah satu faktor pemicunya adalah kebiasaan merokok yang membuat dinding pembuluh darah menjadi kaku serta sensitif. Risiko tersebut tidak hanya bersumber dari rokok konvensional, tetapi juga rokok elektrik atau vape.
Baca juga: Dua Pekerja Bandara Frankfurt Meninggal Akibat Wabah Malaria Langka
Pola makan yang tidak seimbang serta konsumsi lemak, gula, dan karbohidrat secara berlebihan turut mempercepat pembentukan plak. Untuk mengantisipasinya, dr. Maya menyarankan penerapkan diet Mediterania yang kaya serat, cukup protein laut, dan rendah lemak, serta mengonsumsi makanan secara terukur.
Faktor lain yang mempertinggi risiko penyakit jantung dalam jangka waktu 5 hingga 10 tahun ke depan adalah kurangnya waktu istirahat. Kondisi ini umumnya diawali dengan munculnya gangguan tekanan darah tinggi atau hipertensi.
Pengelolaan stres yang baik dan rutinitas aktivitas fisik juga menjadi bagian penting dalam pencegahan. Masyarakat disarankan untuk melakukan olahraga kardio sekurang-kurangnya 30 menit sehari selama lima hari dalam seminggu.
Bagi individu yang memiliki riwayat medis seperti diabetes, kolesterol tinggi, maupun darah tinggi, pemantauan kondisi kesehatan secara berkala sangat dianjurkan untuk mencegah pembentukan deposit kalsium yang lebih parah. (*)


