Musim Hujan Diprediksi Mundur Hingga Desember 2026, BPBD Makassar Perkuat Kesiapsiagaan

MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Pemerintah Kota melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar, memperkuat langkah kesiapsiagaan menghadapi musim hujan 2026/2027.

Langkah tersebut dilakukan menyusul prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sulawesi Selatan yang memperkirakan awal musim hujan di Makassar mengalami kemunduran.

Berdasarkan prediksi musim hujan 2026/2027 yang dirilis BMKG Sulawesi Selatan, awal musim hujan di Kota Makassar diprakirakan berlangsung pada November Dasarian III hingga Desember Dasarian II 2026.

Awal musim hujan tersebut diprediksi mundur lebih dari atau sama dengan tiga dasarian dibandingkan kondisi normal.

BMKG mencatat kondisi atmosfer dan laut turut memengaruhi pola musim hujan tahun ini. Pada awal September 2026, anomali suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur tercatat mencapai +2,76.

Sementara indeks ENSO periode Juli-Agustus-September 2026 berada pada angka +2,60 yang menunjukkan kondisi El Niño Sangat Kuat.

Berdasarkan sejumlah model prediksi BMKG dan institusi lainnya, kondisi ENSO tersebut berpotensi bertahan hingga awal 2027.

Meski awal musim hujan mengalami kemunduran, BMKG memprakirakan sifat hujan selama musim hujan 2026/2027 di Kota Makassar berada dalam kategori normal.

Curah hujan selama periode musim hujan diprakirakan berada pada kisaran 2.032 hingga 2.750 milimeter. Sementara itu, puncak musim hujan diprediksi terjadi pada Januari 2027.

Secara kewilayahan, Kota Makassar terbagi dalam dua Zona Musim (ZOM). ZOM Sulsel 06 menjadi zona utama yang mencakup sebagian besar wilayah Kota Makassar, yakni Biringkanaya, Tamalanrea, Tallo, Panakkukang, Manggala, Rappocini, Makassar, Bontoala, Ujung Tanah, Wajo, Ujung Pandang, Mariso, Mamajang, dan Tamalate.

Adapun ZOM Sulsel 07 merupakan zona khusus yang mencakup wilayah Biringkanaya bagian timur.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Dr. H. Muh Fadli Tahar, mengatakan prediksi mundurnya awal musim hujan tidak menjadi alasan bagi pemerintah maupun masyarakat untuk mengurangi kewaspadaan.

Menurutnya, curah hujan yang diprakirakan mencapai hingga 2.750 milimeter dan puncak musim hujan pada Januari 2027 tetap perlu diantisipasi karena berpotensi meningkatkan risiko genangan, banjir maupun pohon tumbang.

“Mundurnya awal musim hujan bukan berarti kita lengah. Justru dengan curah hujan hingga 2.750 mm dan puncak di Januari 2027, potensi genangan dan pohon tumbang tetap tinggi, jadi kami tetap siaga penuh,” ujar Fadli, Kamis (1/10/2026).

Fadli juga mengimbau masyarakat melakukan langkah antisipasi sejak dini, khususnya dengan memastikan saluran air dan drainase di lingkungan tempat tinggal tidak tersumbat.

“Kami minta warga mulai sekarang membersihkan saluran air, drainase, dan lingkungan sekitar rumah. Jangan menunggu hujan deras baru bertindak,” katanya.

BPBD Makassar, lanjut Fadli, akan memperkuat koordinasi dengan BMKG dan seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan pemantauan kondisi cuaca serta mengurangi risiko bencana selama periode musim hujan.

“Kami bersama BMKG akan terus pantau informasi cuaca dan peringatan dini. Tagline kami Makassar Tangguh Bencana, bersama kurangi risiko bencana harus kita wujudkan dengan kesiapsiagaan keluarga dan kelurahan tangguh bencana,” tuturnya.

Dalam infografis resmi terkait prediksi musim hujan tersebut, BMKG dan BPBD Makassar juga menyampaikan lima langkah penting yang perlu dilakukan masyarakat.

Pertama, masyarakat diminta rutin memantau informasi cuaca dan peringatan dini dari BMKG. Kedua, membersihkan saluran air dan drainase di lingkungan masing-masing.

Ketiga, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir, genangan, longsor, dan pohon tumbang. Keempat, setiap keluarga diimbau menyiapkan rencana kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Kelima, masyarakat diminta mengakses informasi kebencanaan melalui kanal resmi BMKG dan BPBD Kota Makassar.

Selain meningkatkan edukasi dan pemantauan, BPBD Makassar juga telah menyiagakan personel serta peralatan di sejumlah wilayah yang memiliki potensi terdampak banjir. Sistem informasi kebencanaan juga terus diaktifkan melalui kanal media sosial BPBD Kota Makassar.

Langkah BPBD Makassar tersebut, menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan pemerintah dan masyarakat menghadapi musim hujan 2026/2027, sekaligus mewujudkan Kota Makassar sebagai daerah yang tangguh dalam menghadapi risiko bencana. (Adv)

Saluran Whatsapp Kami

Iklan