Aksi Kemanusiaan di Kantor Pelindo Regional 4, Sasar Ratusan Pekerja Pelabuhan Makassar

Stok Darah Makassar Menipis, Pelindo Regional 4 Pasok 100 Kantong di Hari Jadi Ke-5 (Foto: Istimewa)

MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Sulawesi Selatan terus berupaya menjaga ketersediaan pasokan darah seiring meningkatnya permintaan transfusi dari sejumlah rumah sakit di Makassar dan sekitarnya.

Menanggapi kebutuhan medis tersebut, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 menggelar aksi donor darah massal di Lantai 1 Kantor Pelindo Regional 4, Makassar, Kamis (1/10/2026).

Kegiatan yang bertepatan dengan peringatan Hari Pelindo ke-5 pascamerger BUMN pelabuhan ini menargetkan pengumpulan sedikitnya 100 kantong darah. Seluruh pegawai dan jajaran Port Captain Pelindo Group di wilayah operasional Makassar dilibatkan sebagai pendonor.

Peringati 5 Tahun Merger, Pelindo Regional 4 Mobilisasi Port Captain Donor Darah (Foto: Istimewa)

Division Head Pelayanan SDM dan Umum Pelindo Regional 4, Rinto Saiful, menjelaskan bahwa aksi sosial ini sengaja dipilih untuk memberikan dampak langsung bagi kesehatan masyarakat di luar layanan rutin konektivitas logistik pelabuhan.

“Melalui momentum Hari Pelindo ke-5 ini, kami ingin menghadirkan kegiatan yang tidak hanya mempererat kebersamaan, tetapi juga memiliki nilai kemanusiaan. Setiap kantong darah yang terkumpul diharapkan dapat membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujar Rinto melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi, Kamis (1/10/2026).

Rinto menambahkan, pelibatan para Port Captain dan pekerja pelabuhan bertujuan memupuk budaya gotong royong serta kepedulian sosial di lingkungan kerja Pelindo Group Wilayah Makassar.

Sementara itu, Kepala UDD PMI Provinsi Sulawesi Selatan, Miranty Paturusi, mengungkapkan bahwa partisipasi aktif dari BUMN dan instansi swasta sangat menentukan keberlanjutan stok darah di daerah.

Menurut Miranty, PMI memiliki cakupan tugas medis yang panjang, mulai dari pengerahan pendonor, pengolahan, hingga tindakan transfusi bagi pasien yang membutuhkan pemulihan kesehatan.

“Kebutuhan darah merupakan kebutuhan yang harus terus dijaga ketersediaannya. Karena itu, dukungan berbagai pihak melalui kegiatan donor darah seperti yang dilaksanakan Pelindo Regional 4 sangat berarti dalam membantu menjaga ketersediaan darah bagi masyarakat yang membutuhkan,” kata Miranty dalam siaran pers tersebut.

Ia menegaskan, ketergantungan PMI terhadap pendonor sukarela sangat tinggi. Tanpa kolaborasi berkesinambungan dari komunitas dan korporasi, pelayanan transfusi medis di Sulawesi Selatan berisiko mengalami kelangkaan. (*)

Saluran Whatsapp Kami

Iklan