MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar mematangkan persiapan teknis peluncuran Gerakan Nasional Peduli Tetangga yang dijadwalkan berlangsung di Gedung Olahraga (GOR) Sudiang, Makassar, pada Minggu mendatang. Lebih dari 7.000 pengurus RT dan RW se-Kota Makassar ditargetkan hadir dalam agenda kolaborasi bersama Kementerian Sosial (Kemensos) RI tersebut.
Penunjukan Makassar sebagai daerah percontohan (pilot project) utama di luar Pulau Jawa didasari oleh kekuatan struktur sosial serta besarnya jumlah pengurus RT dan RW di wilayah ini. Gerakan ini dirancang untuk memperluas jangkauan pendataan dan mempermudah akses pelayanan sosial bagi masyarakat miskin yang selama ini belum terjangkau program bantuan pemerintah.
Sekretaris Daerah Kota Makassar, Andi Zulkifly, menegaskan bahwa kesuksesan agenda prioritas nasional ini sangat bergantung pada kehadiran serta partisipasi aktif para pengurus kewilayahan di tingkat bawah.
“Makassar menjadi modal besar di luar Pulau Jawa karena memiliki jumlah RT dan RW yang cukup banyak. Oleh karena itu, Kota Makassar sangat tepat menjadi bagian dari percontohan Gerakan Nasional Peduli Tetangga ini,” ujar Andi Zulkifly dalam rapat teknis di Balai Kota Makassar, Kamis (1/10/2026).
Andi Zulkifly menginstruksikan seluruh camat untuk mengawal langsung kehadiran para ketua RT dan RW. Selain itu, jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) seperti Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Diskominfo, serta Bagian Umum dan Protokol diminta membagi peran secara ketat untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan dan konsentrasi massa di kawasan GOR Sudiang.
Fokus Pendataan Warga Kurang Mampu

Kepala Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Makassar, Wiwit Widiansyah, menjelaskan bahwa gerakan ini memosisikan ketua RT dan RW sebagai agen verifikasi di lapangan. Skema ini diharapkan dapat menyaring data warga kurang mampu yang belum mendapatkan program jaminan sosial.
“Banyak warga yang membutuhkan bantuan perumahan, kesehatan, dan bantuan sosial lainnya yang belum terserap, sehingga gerakan ini menjadi sarana untuk memperluas jangkauan pendataan tersebut,” terang Wiwit.
Melalui sinergi ini, verifikasi data kesejahteraan sosial diharapkan tidak lagi hanya mengandalkan data formal dari atas, tetapi berpatokan pada kondisi riil di lingkungan pemukiman warga.
Skema Logistik dan Insentif RT/RW
Secara terpisah, Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Andi Bukti Djufrie, menyatakan pihaknya bersama Bagian Umum Sekretariat Daerah Makassar mengondisikan persiapan teknis, mulai dari alur distribusi konsumsi, kesiapsiagaan tim medis, hingga penataan area lokasi.
“Kami di pemerintah kota ingin memastikan apa tugas kami, sehingga jelas pembagiannya. Karena waktunya sudah tidak banyak, besok kami rencanakan bersama untuk meninjau lokasi dan melihat langsung kondisi di lapangan,” kata Andi Bukti.
Selain pengerahan pengamanan dari Satpol PP dan rekayasa lalu lintas, Andi Bukti menyinggung adanya rencana dukungan anggaran bagi pengurus RT/RW yang berpartisipasi dalam pendataan gerakan ini.
“Informasi dari Kemensos, kalau saya tidak salah, ada transfer untuk RT/RW. Waktu itu dalam komunikasi dengan Pak Menteri, Pak Sekda, dan Pak Wali Kota, disampaikan seperti itu. Ini yang perlu kita pastikan mekanisme distribusinya,” ungkap Andi Bukti.
Ia menekankan pentingnya transparansi dan kejelasan mekanisme penyaluran dukungan tersebut agar proses registrasi, pembagian konsumsi, dan penyaluran anggaran berjalan akuntabel.
Peninjauan lokasi GOR Sudiang dijadwalkan berlangsung pada Jumat besok untuk memastikan kesiapan fisik panggung, tata suara, dan alur masuk peserta sebelum peresmian resmi digelar. (*)



