MENITNEWS.CO.ID, JAKARTA — Pengusaha nasional yang dikenal luas melalui sektor infrastruktur jalan tol, Jusuf Hamka, resmi bergabung dalam jajaran Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Ia menjadi salah satu figur yang dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara.
Kehadiran figur yang akrab disapa Babah Alun ini di Istana Negara menandai babak baru keterlibatannya di lingkaran pemerintahan pusat. Sebelumnya, ia sempat menarik perhatian publik ketika memutuskan mundur dari kepengurusan Partai Golkar serta membatalkan pencalonannya pada kontestasi Pilkada 2024.
Lahir di Jakarta pada 5 Desember 1957, Jusuf Hamka memiliki rekam jejak panjang di dunia usaha. Ia merupakan pemilik PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP), sebuah perusahaan swasta yang bergerak di bidang pengelolaan dan pembangunan infrastruktur jalan tol, termasuk proyek Jalan Tol Cawang-Tanjung Priok.
Selain CMNP, portofolio bisnisnya mencakup sejumlah posisi strategis di berbagai perusahaan korporasi besar. Ia tercatat pernah memegang jabatan sebagai Komisaris Utama PT Mandara Permai serta Komisaris PT Indosiar Visual Mandiri.
Di luar sektor bisnis, namanya juga sempat bersinggungan dengan kancah politik nasional. Pada pemilihan presiden tahun 2019, ia dipercaya mengemban posisi sebagai bendahara Tim Kampanye Nasional (TKN) untuk pasangan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin.
Dalam perjalanan hidupnya, ia memeluk agama Islam pada tahun 1981 di usia 23 tahun. Momen tersebut terjadi setelah ia bertemu dengan ulama sekaligus sastrawan terkemuka, Prof. Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah atau yang lebih dikenal sebagai Buya Hamka, yang kemudian juga memberikan nama Islam kepadanya.
Setelah melepaskan keterlibatannya dari dinamika politik praktis, ia sempat menyatakan niat untuk memfokuskan perhatian pada kegiatan sosial serta mendukung program pembangunan pemerintah. Pengalaman sosial yang kerap dilakukannya di tengah masyarakat kini beririsan dengan penugasannya di lembaga pertimbangan presiden. (*)



