MENITNEWS.CO.ID, JAKARTA — Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengungkapkan adanya perundungan di media sosial hingga ancaman pembunuhan yang diterima sejumlah pemain Skuad Garuda di tengah perjuangan mereka pada FIFA ASEAN Cup 2026.
Herdman menyampaikan hal tersebut setelah Timnas Indonesia menghadapi Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu (3/10/2026).
Dalam pertandingan tersebut, Timnas Indonesia tampil dominan dan meraih kemenangan telak 9-2. Hasil itu sekaligus memastikan Skuad Garuda melaju ke babak final FIFA ASEAN Cup 2026.
Namun, di balik keberhasilan tersebut, Herdman menyoroti tekanan yang diterima para pemain, khususnya berupa serangan personal di ruang digital.
Pelatih asal Inggris itu menyayangkan masih adanya warganet yang melontarkan hinaan, perundungan, bahkan ancaman serius kepada pemain ketika mereka sedang menjalani tekanan dalam pertandingan.
Herdman meminta publik untuk memberikan dukungan secara lebih bijak dan memperlakukan para pemain dengan lebih baik, terutama ketika tim menghadapi situasi sulit.
“Dan saya berharap kalian memperlakukan orang dengan lebih baik. Ketika situasinya sulit, saya berharap kalian memperlakukan orang dengan lebih baik,” kata Herdman, Sabtu (3/10/2026).
Ia menegaskan, berbagai pernyataan yang menyerang pemain secara personal tidak dapat dibenarkan. Menurut Herdman, perundungan secara online merupakan persoalan serius yang harus dihentikan.
“Karena beberapa hal yang dikatakan tentang dia dan pemain lainnya tidak benar. Perundungan secara online itu tidak benar,” tegasnya.
Pernyataan Herdman tersebut muncul setelah Timnas Indonesia memastikan langkah ke final melalui kemenangan besar atas Bangladesh.
Meski meraih hasil positif di lapangan, Herdman menilai perlindungan terhadap pemain dari serangan personal di ruang digital juga menjadi hal penting dalam perjalanan Skuad Garuda.
Ia berharap publik dapat memberikan kritik secara proporsional tanpa melakukan penghinaan maupun ancaman terhadap pemain yang sedang membela Timnas Indonesia. (*)



