Unhas Wakili PTN Indonesia Dorong Kolaborasi EdTech di Filipina

Tekan Kesenjangan Mutu, MRPTNI Bawa Misi Jejaring Global ke Cebu (Foto: Istimewa)

MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., memimpin perwakilan perguruan tinggi negeri Indonesia dalam ajang Higher Education Partnerships Conference (HEPCON) 2026 yang berlangsung di Cebu, Filipina, pada 1 hingga 3 Oktober 2026. Kehadiran pimpinan perguruan tinggi ini membawa misi utama memperkecil kesenjangan kualitas pendidikan melalui penguatan jejaring global dan adopsi teknologi pendidikan (EdTech).

Dalam forum internasional tersebut, Prof. JJ memaparkan perspektif Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) atau CRISU-Indonesia. Organisasi ini secara resmi menaungi 147 perguruan tinggi negeri serta politeknik yang tersebar dari Aceh hingga Papua di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Pemerataan Mutu dan Tantangan Disparitas

Perguruan Tinggi Negeri Jajaki Kemitraan Riset Teknologi Pendidikan Internasional (Foto: Istimewa)

Keragaman 147 institusi di bawah payung MRPTNI menjadi latar belakang penting dalam diplomasi pendidikan ini. Setiap kampus memiliki kapasitas kelembagaan serta tingkat perkembangan yang beragam.

Melalui keterangan tertulis yang diterima, Prof. JJ menekankan bahwa kerja sama lintas kampus diperlukan untuk mempercepat transfer pengetahuan dan teknologi. Kolaborasi tersebut diposisikan sebagai instrumen pemerataan kualitas antarkampus di berbagai wilayah Indonesia.

“Misi utama CRISU-Indonesia adalah mengurangi disparitas mutu antarperguruan tinggi di Indonesia dengan mendorong kerja sama satu sama lain, sehingga dapat mendukung percepatan kemajuan dan peningkatan reputasi perguruan tinggi negeri Indonesia,” ujar Prof. JJ.

Peluang Kolaborasi Riset dan Industri

Jejaring internasional yang dibangun tidak sebatas pada tataran dialog seremonial. Sejak tahun 2023, MRPTNI aktif bekerja sama dengan MSW Global Indonesia dalam rangkaian HEPCON dan EduTech Solution Summit untuk mempertemukan pengambil kebijakan kampus dengan pengembang teknologi digital.

Dalam forum di Cebu tahun ini, sejumlah perguruan tinggi negeri terkemuka seperti ITS, ITB, UI, UGM, Unhas, UNAIR, dan IPB turut ambil bagian. Mereka berbagi pengalaman seputar digitalisasi pembelajaran dan tata kelola institusi berbasis teknologi.

Lebih lanjut, Prof. JJ membuka peluang kerja sama yang lebih konkret antara institusi pendidikan tinggi dan industri teknologi global. Kolaborasi tersebut diarahkan melalui skema pembiayaan bersama, baik berupa matching fund maupun sharing fund.

Melalui mekanisme pendanaan tersebut, perguruan tinggi diharapkan tidak hanya bertindak sebagai konsumen teknologi. Kampus dapat mengambil peran sebagai mitra pengembang inovasi yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna di lapangan. (*)

Saluran Whatsapp Kami

Iklan