Transformasi Pertanian Bone: Inovasi Smart Hydro Loop Kajaolaliddong Tembus Abdidaya Ormawa 2026

Kolaborasi Unhas dan Petani Bone Bawa Desa Kajaolaliddong Masuk Nominasi Nasional 2026 (Foto: Istimewa)

MENITNEWS.CO.ID, BONE — Desa Kajaolaliddong, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, dipastikan melangkah ke panggung nasional setelah diundang berpartisipasi dalam Anugerah Abdidaya Ormawa Nasional 2026.

Desa tersebut masuk dalam kategori Kelompok Mitra Keberlanjutan berkat kolaborasi jangka panjang bersama Unit Kegiatan Mahasiswa Keilmuan dan Penalaran Ilmiah (UKM KPI) Universitas Hasanuddin.

Undangan ini berkaitan dengan implementasi Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) yang mengusung tema Mannennungeng.

Program ini berfokus pada penerapan strategi Smart Hydro Loop untuk mendongkrak kemandirian petani dan mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan di tingkat lokal.

Inovasi Empat Pilar Pertanian

Program Mannennungeng digerakkan melalui empat komponen teknologi tepat guna yang saling terintegrasi.

Pilar pertama adalah Uwai Tuo, yakni sistem irigasi presisi yang memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT) untuk mengoptimalkan pasokan air lahan.

Pilar berikutnya mencakup Pabbura untuk pengolahan limbah pertanian dan peternakan menjadi pupuk organik, serta Warani yang menerapkan sistem pengendalian hama ramah lingkungan.

Rangkaian inovasi ini disempurnakan melalui Garisi’, yaitu penerapan pola tanam adaptif dan rotasi varietas unggul.

Lonjakan Produktivitas dan Efisiensi

Berdasarkan keterangan tertulis pemerintah desa, penerapan program tersebut berdampak langsung terhadap hasil panen masyarakat.

Produktivitas padi di desa ini dilaporkan meningkat dari sebelumnya 3 ton per hektare menjadi 5,3 ton per hektare.

Selain kenaikan hasil panen, efisiensi penggunaan air tercatat meningkat hingga 25 persen.

Di sisi lain, ketergantungan petani terhadap pupuk kimia berhasil ditekan hingga 50 persen.

Kepala Desa Kajaolaliddong, Muh. Yunus, menyatakan bahwa capaian terbesar dari program ini adalah keberlanjutan manfaat bagi warga setelah program pendampingan berakhir.

Inovasi tersebut kini dipusatkan di P4S Lamellong agar dapat terus dikembangkan secara mandiri oleh para petani lokal.

Rekam Jejak Tiga Tahun Beruntun

Dosen pendamping program, Muh. Adnan Kasogi, S.Sos., M.Si., menilai keberhasilan ini merupakan buah dari sinergi berkelanjutan antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat.

Pendekatan berbasis kebutuhan lokal terbukti mampu menjawab tantangan riil di sektor agraris desa.

Sementara itu, Ketua Umum UKM KPI Unhas, Aydil Fitra Mulya, menyebut pencapaian ini memperpanjang catatan positif organisasi yang sukses lolos ke ajang Abdidaya Ormawa selama tiga tahun berturut-turut.

Puncak Anugerah Abdidaya Ormawa Nasional 2026 dijadwalkan berlangsung pada 21–25 Oktober 2026 di Universitas Muslim Indonesia, Makassar.

Ajang ini sekaligus memperkuat posisi Desa Kajaolaliddong dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Desa, khususnya pada aspek tanpa kelaparan, inovasi infrastruktur, serta produksi yang bertanggung jawab. (*)

Saluran Whatsapp Kami

Iklan