Tangguh Hadapi Medan Ekstrem, Tim Gabungan Padamkan Karhutla di Desa Lebani Mamuju

BPBD Sulbar Kerahkan Mobil Tangki Padamkan Kebakaran Lahan di Desa Lebani Mamuju (Foto: Istimewa)

MENITNEWS.CO.ID, MAMUJU — Kebakaran hutan dan lahan yang melanda kawasan perbukitan Desa Lebani, Kecamatan Tapalang Barat, Kabupaten Mamuju, akhirnya berhasil dipadamkan oleh tim gabungan.

Peristiwa yang terjadi pada Minggu, 4 Oktober 2026, tersebut langsung direspons cepat oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat.

Langkah penanganan ini digerakkan menyusul laporan yang diterima dari Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Mamuju sekitar pukul 14.10 WITA. Arahan pimpinan daerah serta koordinasi ketat menjadi dasar pengerahan personel ke titik lokasi.

Sebagian personel Tim IV Siaga Darurat Karhutla dan Kekeringan BPBD Sulbar segera diberangkatkan menuju lokasi kejadian. Mereka bergerak bersama unsur lintas instansi terkait untuk melakukan pemantauan, pendataan, serta aksi pemadaman di lapangan.

Kendala Akses dan Sumber Air

Proses pemadaman di wilayah Desa Lebani menghadapi tantangan geografis yang cukup berat.

Titik kebakaran terletak di kawasan perbukitan dan pegunungan dengan akses jalan yang sulit dijangkau oleh kendaraan konvensional. Selain itu, ketersediaan sumber air bersih di sekitar lokasi juga berada cukup jauh.

Untuk mengatasi hambatan tersebut, tim gabungan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia di lapangan. Strategi yang ditempuh meliputi suplai air langsung ke titik api serta pemadaman secara manual yang dibantu oleh warga setempat.

Pengerahan Armada dan Sinergi Lintas Sektor

Guna mempercepat proses penjinakan api, BPBD Provinsi Sulawesi Barat mengerahkan satu unit mobil tangki air khusus.

Kekuatan di lapangan turut diperkuat dengan dukungan armada dari instansi lain. Sebanyak satu unit mobil pemadam kebakaran dari Kabupaten Mamuju dan satu unit water tank milik Korem Mamuju dikerahkan ke lokasi.

Penanganan darurat ini melibatkan koordinasi intensif antara BPBD Provinsi Sulbar, BPBD Kabupaten Mamuju, Damkar Mamuju, unsur TNI, Manggala Agni, serta pemerintah dan masyarakat setempat.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Sulbar, Muhammad Yasir Fattah, menekankan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat di tengah keterbatasan medan.

“BPBD hadir dan merespon setiap menerima laporan kejadian. Tim IV Siaga Darurat Karhutla dan Kekeringan bersama seluruh unsur terkait langsung melakukan koordinasi dan penanganan di lapangan, termasuk mendukung suplai air untuk proses pemadaman,” ujar Yasir Fattah melalui keterangan tertulis.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak dan masyarakat yang bahu-membahu memadamkan api secara manual.

Situasi Terkini dan Langkah Antisipasi

Berdasarkan laporan kondisi terakhir di lapangan, kobaran api di Desa Lebani telah berhasil dipadamkan sepenuhnya.

Kendati demikian, petugas gabungan tetap bersiaga di kawasan terdampak. Tim masih melanjutkan proses asesmen, pendataan luasan lahan, serta penyelidikan terkait penyebab pasti kebakaran.

Langkah pemantauan lanjutan ini dilakukan secara berkala guna memastikan tidak ada sisa titik api maupun potensi kemunculan kembali api di sekitar lokasi terdampak. (*)

Saluran Whatsapp Kami

Iklan