Evaluasi INACRAFT 2026, Dekranasda Makassar Perluas Jangkauan Pembinaan Perajin Lokal

Pasca-INACRAFT, Dekranasda Makassar Dorong Pemerataan Akses Pasar Kriya Daerah (Foto: Istimewa)

MENITNEWS.CO.ID, JAKARTA — Penutupan pameran INACRAFT October Vol. 5 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC) menandai babak evaluasi bagi Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Makassar. Pengalaman selama lima hari perhelatan tersebut akan diterjemahkan menjadi materi pendampingan bagi perajin di daerah.

Wakil Ketua Harian II Dekranasda Kota Makassar, Rosnani, menyatakan bahwa keikutsertaan instansinya bukan sekadar ajang promosi produk. Menurutnya, pameran nasional berfungsi sebagai sarana membaca pergeseran tren pasar dan preferensi konsumen terkini.

“Bagi Dekranasda Kota Makassar, keikutsertaan ini bukan sekadar kesempatan untuk memperkenalkan produk unggulan daerah, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi kami untuk melihat perkembangan tren kerajinan,” ujar Rosnani, Minggu (11/10/2026).

Menyasar Perajin yang Belum Terlibat

Belajar dari INACRAFT 2026, Perajin Lokal Makassar Disiapkan Hadapi Tren Pasar (Foto: Istimewa)

Langkah konkret pasca-pameran ini difokuskan pada pembenahan aspek desain, mutu, kemasan, identitas merek, hingga strategi pemasaran. Evaluasi tersebut melengkapi rangkaian program terdahulu yang meliputi pelatihan peningkatan kapasitas (capacity building) dan pemasaran digital.

Kendati demikian, tantangan utama bagi lembaga pembina adalah bagaimana memastikan dampak pameran tidak hanya dinikmati oleh peserta yang hadir secara fisik di Jakarta. Dekranasda berencana menyalurkan hasil pembelajaran dan pengalaman lapangan kepada para pelaku usaha kecil di daerah yang belum mendapat kesempatan berpameran langsung.

“Prinsipnya, Dekranasda ingin membangun pembinaan yang inklusif,” tambah Rosnani.

Penguatan Jejaring dan Kolaborasi

Dekranasda Makassar Perkuat Kolaborasi Lintas Pihak Usai Keikutsertaan di INACRAFT (Foto: Istimewa)

Selain pendanaan dan pelatihan teknis, pengembangan industri kriya dinilai tidak dapat berjalan sendiri. Dekranasda Kota Makassar telah merintis kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Cita Tenun Indonesia, guna memperkuat ekosistem kerajinan daerah.

Keterlibatan desainer, pemerintah, pelaku usaha, serta mitra strategis diharapkan mampu menjaga keberlanjutan usaha para perajin. Ke depan, optimalisasi katalog digital juga didorong agar pemasaran tidak sepenuhnya bergantung pada pameran fisik konvensional.

Melalui strategi tersebut, pembinaan perajin di Makassar diharapkan mampu beradaptasi dengan dinamika zaman tanpa meninggalkan identitas budaya lokal. Upaya ini ditargetkan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan perajin serta penguatan ekonomi kreatif di Kota Makassar. (*)

Saluran Whatsapp Kami

Iklan