MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) menggerakkan ratusan personel untuk mempercepat normalisasi saluran air di wilayah rawan genangan. Langkah mitigasi ini difokuskan di Kelurahan Paccerakkang, Kecamatan Biringkanaya, yang selama ini menjadi salah satu titik langganan banjir terparah saat musim hujan.
Kepala Bidang Drainase Dinas PU Makassar, Lukmanul Hakim, menyatakan pengerjaan ini dilakukan lebih awal sebagai persiapan menghadapi peningkatan curah hujan yang diprakirakan terjadi pada November dan Desember mendatang.
Dalam operasi lapangan tersebut, Dinas PU menurunkan sekitar 150 personel Satuan Tugas (Satgas) Drainase.
Fokus pengerjaan mencakup pembersihan saluran, perbaikan drainase di sisi jalan, hingga pemeriksaan fungsi pintu air di sejumlah titik krusial, termasuk Kompleks Mangga Tiga dan Kompleks Gubernur.
Temuan Lapangan: Sedimentasi dan Sampah

Berdasarkan hasil peninjauan dan pengerjaan di sepanjang Jalan Paccerakkang, petugas mendapati dua kendala utama yang memperlambat laju aliran air.
Saluran air di kawasan tersebut mengalami penyempitan akibat tebalnya penumpukan sedimen tanah.
Selain faktor sedimentasi, petugas juga menemukan banyak saluran yang tersumbat oleh sampah rumah tangga. Kondisi ini dinilai menurunkan kapasitas tampung infrastruktur drainase secara signifikan ketika hujan deras turun.
“Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kapasitas saluran yang berkurang dapat memperlambat aliran air, terutama ketika curah hujan meningkat,” ujar Lukman.
Tindak Lanjut Komitmen Wilayah

Normalisasi intensif ini merupakan wujud tindak lanjut dari peninjauan langsung Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin (Appi), ke kawasan Biringkanaya. Kunjungan tersebut dilakukan untuk merumuskan solusi permanen atas keluhan warga yang kerap menghadapi genangan berulang dari tahun ke tahun.
Dalam pelaksanaannya, Dinas PU berkoordinasi langsung dengan aparatur pemerintah kecamatan setempat. Sinergi ini bertujuan agar penanganan teknis tepat sasaran sesuai kebutuhan riil di lapangan.
Pemerintah kota juga mengimbau warga agar meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Partisipasi masyarakat dinilai krusial untuk menjaga agar infrastruktur yang telah dibersihkan tidak kembali tercemar.
“Kami mengajak masyarakat ikut mengambil peran dalam menjaga kebersihan saluran air di lingkungan masing-masing,” pungkas Lukman.
Warga diminta untuk tidak membuang sampah ke dalam selokan, tidak menutup jalur aliran air secara sembarangan, serta menghidupkan kembali budaya gotong royong dalam pemeliharaan lingkungan publik. (Adv)



