Bocah Enam Tahun yang Hilang di Kanal Sinrijala Makassar Ditemukan Meninggal Dunia

Operasi SAR Tiga Hari Berakhir: Riskia Rahmat Ditemukan di Sungai Pampang (Foto: Istimewa)

MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Pencarian bocah perempuan berusia 6 tahun bernama Riskia Rahmat yang dilaporkan hilang di kawasan Kanal Sinrijala, Kota Makassar, akhirnya menemukan titik terang pada Senin pagi. Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia setelah tim SAR gabungan melakukan pencarian selama tiga hari berturut-turut.

Jasad Riskia ditemukan mengapung di aliran Sungai Pampang, kawasan Barawaja, sekitar pukul 10.30 WITA. Berdasarkan pengukuran lapangan, lokasi penemuan tersebut berjarak kurang lebih tiga kilometer dari titik awal korban dilaporkan hilang di Kanal Sinrijala.

Peristiwa bermula ketika korban dilaporkan hilang pada Sabtu malam sekitar pukul 22.00 WITA. Keterangan awal yang dihimpun menyebutkan bahwa sempat terlihat anak lain yang melihat korban turun ke dalam aliran kanal sebelum akhirnya tenggelam.

Merespons laporan tersebut, tim SAR gabungan yang terdiri dari personel BPBD Kota Makassar, Damkarmat, SAR UNM, Balakar, TNI-Polri, serta unsur Kecamatan Panakkukang langsung bergerak. Mereka melakukan penyisiran intensif di sepanjang jalur aliran kanal yang diduga menjadi lintasan pergerakan korban.

Penemuan di Aliran Sungai Pampang

Terseret Arus Sejauh Tiga Kilometer, Korban Hilang di Kanal Sinrijala Ditemukan di Barawaja (Foto: Istimewa)

Titik balik pencarian terjadi pada Senin pagi ketika personel BPBD sedang melaksanakan penyisiran kanal sekaligus kegiatan penyaluran air bersih. Petugas di lapangan menerima informasi mengenai adanya anak perempuan yang mengapung di aliran sungai wilayah Barawaja.

Tim penyelamat segera mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan proses evakuasi. Setelah evakuasi selesai, pihak keluarga dihadirkan untuk melakukan pemeriksaan dan konfirmasi identitas secara langsung.

Dari hasil konfirmasi tersebut, dipastikan bahwa anak perempuan yang ditemukan adalah Riskia Rahmat, putri dari pasangan Hamsiah dan Rahmat. Usai penanganan di lokasi, pihak BPBD Kota Makassar menyatakan rencana untuk membantu proses pemulangan jenazah ke Kabupaten Barru setelah proses pemandian jenazah rampung.

Refleksi dan Imbauan Keselamatan Publik

Tragedi ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban serta seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar menyampaikan belasungkawa mendalam dan mengapresiasi kerja sama seluruh elemen SAR gabungan.

Peristiwa ini sekaligus menjadi alarm keras bagi para orang tua di Kota Makassar dan wilayah sekitarnya. Masyarakat diimbau untuk memperketat pengawasan terhadap anak-anak yang beraktivitas di sekitar kanal, sungai, drainase, maupun perairan terbuka lainnya.

Kanal dan aliran air perkotaan menyimpan potensi bahaya tinggi, khususnya bagi anak-anak yang belum memahami karakteristik arus maupun kedalaman air. Pengawasan aktif dari orang dewasa dinilai krusial guna mencegah insiden serupa terulang di masa mendatang. (*)

Saluran Whatsapp Kami

Iklan