PT Vale Indonesia Tangani Karhutla di Kolaka, Kebakaran di Baula Capai 90 Hektare

MENITNEWS.CO.ID, KOLAKA — PT Vale Indonesia Tbk mengintensifkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Puulemo dan Baula, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, yang berada di sekitar area Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa.

Perusahaan mengerahkan tim Fire and Emergency Services (FES) serta berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mengendalikan api dan mencegah kebakaran meluas.

Berdasarkan pemetaan sementara, kebakaran di Puulemo mencakup area seluas 31,68 hektare yang berada dalam wilayah Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) PT Vale Indonesia.

Sementara itu, kebakaran di Baula diperkirakan mencapai sekitar 90 hektare, meliputi wilayah IUPK dan Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH).

Penanganan kebakaran di Puulemo dilakukan oleh tim FES Vale Indonesia bersama BPBD. Adapun respons di Baula masih dikoordinasikan secara intensif, terutama untuk mengidentifikasi akses menuju titik kebakaran dan menentukan strategi penanganan yang aman serta efektif.

Head of Pomalaa Project Vale Indonesia, Mohammad Rifai, mengatakan perusahaan mengerahkan kemampuan dan sumber daya yang tersedia untuk mempercepat penanganan karhutla dengan mengutamakan keselamatan personel dan koordinasi bersama pemerintah serta instansi terkait.

“Tim FES Vale Indonesia terus bekerja bersama BPBD untuk menangani kebakaran di Puulemo. Pada saat yang sama, kami sedang mempersiapkan respons terhadap kebakaran di Baula, mulai dari pemetaan akses menuju lokasi, identifikasi sumber air terdekat, asesmen lapangan, hingga koordinasi dengan pemerintah dan instansi terkait,” ujar Rifai.

Keterbatasan akses menuju titik kebakaran menjadi salah satu kendala utama dalam penanganan karhutla di Baula. Untuk mengatasi hal tersebut, Vale Indonesia berkoordinasi dengan tim eksplorasi guna mengidentifikasi jalur yang memungkinkan dilalui petugas sekaligus memetakan sumber air terdekat.

Perusahaan juga menyiapkan asesmen lapangan untuk memperoleh gambaran aktual mengenai kondisi wilayah terdampak. Kegiatan tersebut akan melibatkan tim terkait dengan pendampingan personel FES Vale Indonesia.

Hasil asesmen akan menjadi dasar dalam menentukan metode penanganan yang paling sesuai dengan kondisi medan, tingkat risiko, serta potensi perkembangan kebakaran.

“Setiap waktu sangat berarti dalam situasi seperti ini. Namun, keselamatan masyarakat dan seluruh personel yang terlibat harus tetap menjadi prioritas. Karena itu, kami memastikan setiap langkah dilakukan berdasarkan kondisi aktual di lapangan dan melalui koordinasi yang kuat dengan seluruh pihak,” kata Rifai.

Selain mengerahkan personel, Vale Indonesia juga menyiapkan dukungan peralatan dan tenaga apabila pembuatan sekat bakar diperlukan.

Langkah tersebut dipertimbangkan sebagai salah satu upaya untuk memutus jalur bahan bakar api dan membatasi penyebaran kebakaran.

Pemantauan kondisi karhutla dilakukan secara berkala melalui pembaruan data harian. Informasi yang dihimpun mencakup pemetaan wilayah terdampak, dokumentasi visual, serta koordinat titik kebakaran untuk mendukung pemantauan dan pengambilan keputusan.

Untuk memperkuat penanganan kebakaran di Baula, Vale Indonesia akan meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait.

Pihak-pihak yang dilibatkan antara lain Satuan Tugas Penanganan Karhutla, BPBD, Pemerintah Kabupaten Kolaka, serta Kesatuan Pengelolaan Hutan.

Informasi mengenai kondisi kebakaran juga akan dilaporkan melalui sistem pemantauan karhutla Sipongi. Dengan mempertimbangkan luas wilayah terdampak, perusahaan mendorong dukungan tambahan dari unsur terkait melalui koordinasi dengan Satgas Karhutla dan aparat kewilayahan.

Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas personel dalam menghadapi kondisi medan yang menantang sekaligus mengantisipasi kemungkinan meluasnya kebakaran.

Sejumlah alternatif penanganan lanjutan turut dipertimbangkan, termasuk pembuatan sekat bakar.

Apabila kondisi di lapangan tidak memungkinkan penanganan melalui jalur darat, dukungan udara juga dapat menjadi opsi untuk dipertimbangkan lebih lanjut.

Keputusan mengenai langkah penanganan berikutnya akan ditentukan berdasarkan hasil asesmen lapangan, dengan memperhatikan aspek keselamatan, efektivitas penanganan, kondisi lingkungan, serta ketentuan perizinan yang berlaku.

Melalui langkah tersebut, Vale Indonesia menegaskan komitmennya untuk mendukung penanganan karhutla secara terpadu bersama pemerintah dan instansi terkait, sekaligus mengutamakan keselamatan masyarakat, personel, dan perlindungan lingkungan di sekitar wilayah IGP Pomalaa. (Adv)

Saluran Whatsapp Kami

Iklan